Diskoperindag Dukung Pembentukan Dinas Khusus UMKM dan Ekraf di Berau

BERAU – Perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kabupaten Berau terus menunjukkan tren positif.

Diskoperindag Berau terus melakukan pembinaan berkelanjutan dari dengan lebih dari 14.500 pelaku usaha kini aktif bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kriya, hingga fesyen berbasis kearifan lokal.

Penguatan sektor ini turut diarahkan untuk menopang industri pariwisata yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Produk unggulan seperti batik khas Berau, kerajinan tangan, serta tenun lokal terus didorong agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Selain itu, keberadaan Galeri UMKM di Gunung Panjang menjadi etalase bersama untuk mempromosikan produk-produk lokal kepada wisatawan maupun masyarakat umum.

Selama ini, pengembangan UMKM dan Ekraf di Berau terbangun melalui sinergi lintas sektor, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, hingga dukungan kementerian terkait.

Namun, peran Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau dinilai paling masif dalam melakukan pembinaan, mulai dari pelatihan peningkatan kualitas produk, pendampingan legalitas usaha, hingga fasilitasi pemasaran.

Di tengah pertumbuhan tersebut, wacana pembentukan dinas khusus yang menangani UMKM dan Ekonomi Kreatif pun mengemuka dan masuk dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut.

“Kami sangat mendukung pembentukan dinas baru yang dibahas dalam RPJMD. Dengan adanya dinas yang fokus pada UMKM dan ekonomi kreatif, pengelolaan bisa lebih optimal,” ujarnya.

Eva menjelaskan, saat ini Diskoperindag Berau berada di bawah lima naungan kementerian sekaligus, yakni Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian ESDM. Luasnya cakupan urusan tersebut membuat beban kerja dinas cukup kompleks.

“Banyak hal yang harus kami tangani dalam satu dinas. Jadi kalaupun ada dinas tersendiri untuk sektor ini, tentu kami mendukung. Tinggal bagaimana kajiannya,” tambahnya.

Menurutnya, keberadaan dinas khusus akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan dan pembinaan yang lebih terfokus. Apalagi, sektor UMKM dan Ekraf memiliki karakteristik yang berbeda dibanding sektor perdagangan maupun perindustrian secara umum.

Meski demikian, Eva menekankan bahwa pembentukan dinas baru tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Diperlukan kajian mendalam dari berbagai aspek, mulai dari regulasi dan legalitas, kebutuhan sumber daya manusia, kesiapan anggaran, hingga efektivitas struktur kelembagaan.

“Intinya kami siap mendukung, asalkan semua kajian sudah matang sehingga ke depan dinas baru ini bisa benar-benar memberikan manfaat bagi UMKM dan ekonomi kreatif di Berau,” tegasnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu surat resmi dari kementerian terkait sebagai dasar tindak lanjut wacana tersebut. “Saya berharap, apabila dinas khusus UMKM dan Ekraf benar-benar terbentuk, pengembangan sektor ini dapat berjalan lebih terarah dan terintegrasi,” pungkasnya. (Ril)

BERITA POPULER