Dinsos Urus Pemakaman Dua Warga Terlantar Asal Luar Daerah

BERAU – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Berau kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terlantar. Kali ini, Dinsos mengurus pemakaman dua orang warga asal luar daerah yang meninggal dunia di RSUD dr Abdul Rivai, setelah tidak ada keluarga yang bisa mengurus jenazah keduanya.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi, melalui Sekretaris Dinsos, Harjupri. Ia menjelaskan bahwa kedua almarhum datang ke Berau untuk bekerja serabutan. Namun, saat jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia, tidak ada sanak keluarga yang dapat dihubungi atau hadir mendampingi.

“Satu orang merupakan warga Kabupaten Bulungan, dan satu lainnya berasal dari Kabupaten Tana Tidung, keduanya dari Kalimantan Utara,” terang Harjupri, Senin (30/6/2025).

Salah satu dari almarhum sebelumnya mengalami kecelakaan tunggal dan sempat dirawat secara intensif di ruang ICU. Dari data administrasi kependudukan, yang bersangkutan tercatat sebagai kepala keluarga tunggal, tanpa ada anggota keluarga lain yang bisa dikontak.

Sementara itu, almarhum kedua dirawat akibat sakit dan juga tidak memiliki pendamping keluarga selama masa perawatan. Salah satunya diketahui sempat bekerja di Kampung Panaan, Kecamatan Kelay.

Selama dirawat di rumah sakit, keduanya didampingi oleh rekan kerja dan petugas Dinsos hingga meninggal dunia pada Selasa, 24 Juni 2025.

Harjupri menambahkan bahwa kasus seperti ini memang tidak terlalu sering terjadi, namun hampir selalu muncul setiap tahunnya. Pada 2024 lalu, Dinsos menangani 21 orang terlantar, lima di antaranya meninggal dunia. Sementara sepanjang Januari hingga akhir Juni 2025, tercatat sudah 16 orang terlantar ditangani, dan empat di antaranya meninggal dunia.

BACA JUGA :  Pemkab Berau Dapat Peringatan KLH, TPA Bujangga Segera Direlokasi ke Pegat Bukur

Penanganan orang terlantar dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Langkah pertama yang dilakukan adalah assessment oleh pekerja sosial untuk mengetahui jenis permasalahan dan bentuk intervensi yang dibutuhkan.

“Kalau ada keluarga yang bisa dihubungi, tentu akan kami upayakan proses reunifikasi. Bila sakit, dirawat di rumah sakit dengan pendampingan petugas Dinsos. Kalau meninggal dunia dan tidak ada keluarga, maka jenazah dimakamkan sesuai agama masing-masing, atas persetujuan pihak keluarga bila bisa dihubungi,” jelasnya.

Dinsos sendiri tidak memiliki anggaran khusus untuk pemakaman warga terlantar. Selama ini pembiayaan dilakukan melalui bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan berbagai pihak yang peduli, termasuk kerja sama dengan keluarga besar Bubuhan Banjar dalam proses pemakaman.

Ke depan, pihak Dinsos berencana mengusulkan penganggaran pemakaman orang terlantar dalam APBD Perubahan 2025. Selain itu, Harjupri menyebut bahwa beberapa paguyuban di Berau juga aktif membantu, baik dalam pendampingan maupun penyediaan bantuan logistik bagi warga terlantar.

“Peran serta masyarakat sangat penting, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Alhamdulillah, masih banyak pihak yang peduli terhadap kondisi seperti ini,” tutupnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER