Dari Dapur ke Pasar, KWT Berau Dorong Ketahanan Pangan Sekaligus Tambah Penghasilan

BERAU – Dinas Pangan Berau mengalokasikan anggaran ratusan juta rupiah guna mendukung kegiatan Kelompok Wanita Tani di sejumlah kampung-kelurahan.

Program pemberdayaan ini didukung anggaran sekitar Rp217 juta yang dialokasikan untuk enam KWT di lima kampung-kelurahan.

Bantuan tersebut mencakup bibit hortikultura, sarana produksi pertanian, hingga pupuk organik untuk mendukung keberlanjutan kegiatan tanam.

Analisis Ketahanan Pangan Ahli Muda Dinas Pangan Berau, Normalina, mengatakan bantuan yang diberikan dirancang agar kelompok mampu berproduksi secara optimal.

Berbagai jenis bibit seperti bayam, buncis, kangkung, cabai rawit, hingga terong dan timun disalurkan, beserta peralatan pendukung seperti cangkul, paranet, polybag, serta pompa air beserta instalasi pipa.

“Tujuan utamanya memang untuk pemenuhan pangan keluarga. Tapi di beberapa lokasi, hasil panen justru berlebih dan bisa dijual,” ungkapnya.

Dijelaskannya, program ini merupakan pengembangan dari Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang kini bertransformasi menjadi Lapau Pangan atau LP2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman).

“Konsep ini menempatkan perempuan sebagai motor penggerak dalam penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal,” katanya.

Ia pun menyebutkan sejumlah kampung yang berhasil menjalankan program tersebut, salah satunya Kampung Ampen Medang dan Kayu Indah.

Lebih lanjut, Dinas Pangan Berau menetapkan Kampung Ampen Medang, khususnya KWT Harapan Bersama dan KWT Sumber Rejeki, sebagai kandidat kuat pilot project tahun 2025.

“Lokasi ini memiliki kemajuan paling signifikan dibandingkan wilayah lain seperti Kampung Maluang, Sukan Tengah, Gunung Panjang, dan Gunung Tabur,” pungkasnya. (Srn)

BERITA POPULER