Bupati Berau Soroti Mobil Penyedot Lumpur Rp3 Miliar yang Tak Kunjung Dimanfaatkan

BERAU — Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyoroti keberadaan mobil penyedot lumpur milik Pemerintah Kabupaten Berau senilai Rp3 miliar yang hingga kini belum difungsikan secara optimal. Padahal, pengadaan alat tersebut ditujukan untuk membantu penanganan banjir di kawasan perkotaan.

“Sudah lama kita punya mobil penyedot lumpur itu, tapi sampai sekarang tidak difungsikan. Padahal pengadaannya mencapai Rp3 miliar. Sayang kalau tidak dimanfaatkan,” ujar Sri Juniarsih saat ditemui, Sabtu (5/7/2025).

Mobil penyedot lumpur tersebut saat ini dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau. Namun, hingga kini alat tersebut belum mampu memberikan kontribusi maksimal karena menghadapi kendala teknis di lapangan, terutama karena kerasnya material lumpur yang hendak disedot.

“Material yang hendak disedot terlalu keras, sehingga alat tidak bisa bergerak optimal,” jelas Sri.

Sebagai solusi, Sri Juniarsih mengusulkan adanya kolaborasi lintas perangkat daerah. Ia mendorong agar DPUPR bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, khususnya dalam pemanfaatan alat semprot milik unit pemadam kebakaran. Dengan penyemprotan air bertekanan tinggi, lumpur yang mengeras bisa dilunakkan terlebih dahulu sebelum dilakukan penyedotan.

“Kalau disemprot dulu pakai alat pemadam BPBD, tanahnya bisa lunak, baru disedot. Kalau dikerjakan bersama, saya yakin alat itu bisa digunakan,” ungkapnya.

Lebih jauh, Sri menilai bahwa pengelolaan mobil penyedot lumpur sebaiknya dialihkan dari DPUPR ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Menurutnya, DLHK memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang lebih sesuai dalam operasional alat-alat kebersihan dan lingkungan.

“Kalau bisa, itu diserahterimakan dari PUPR ke DLHK supaya bisa dimanfaatkan. Karena kalau tetap di PUPR, itu bukan bidangnya,” tegasnya.

Sri menekankan pentingnya percepatan pemanfaatan alat tersebut agar tidak menjadi investasi yang sia-sia. Ia juga mengingatkan bahwa pengadaan alat seperti ini harus didasari kajian kebutuhan yang matang.

“Saya ingin realisasi dalam bulan-bulan ini. Setiap anggaran harus berdasarkan kebutuhan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama untuk mengatasi banjir,” pungkasnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER