BERAU – Menghadapi ancaman banjir yang kerap melanda wilayah aliran sungai saat musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau tengah menyiapkan langkah strategis dengan menerapkan sistem peringatan dini Early Warning System (EWS).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, menjelaskan bahwa sistem berbasis teknologi ini dirancang untuk memantau tinggi muka air secara real time dari hulu hingga hilir sungai. Teknologi ini diharapkan bisa memberikan informasi cepat kepada warga yang tinggal di daerah rawan banjir, agar dapat segera bersiap menghadapi potensi bencana.
“Begitu sensor mendeteksi kenaikan debit air secara signifikan, sistem akan langsung memberi notifikasi. Ini bisa menjadi sinyal penting bagi warga untuk segera bersiap atau melakukan evakuasi,” ujarnya.
Ia menekankan, kehadiran EWS menjadi jawaban atas tantangan banjir bandang yang kerap terjadi tiba-tiba, terutama saat curah hujan tinggi antara Oktober hingga Desember. Dalam kondisi semacam itu, kecepatan informasi dapat menjadi penyelamat nyawa.
Sistem ini tidak hanya akan mengirimkan peringatan kepada warga, tetapi juga akan langsung terhubung ke posko tanggap darurat BPBD. Dengan demikian, koordinasi dan respons darurat dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah.
Ia menyebut, pengadaan perangkat EWS telah diajukan dan direncanakan untuk dipasang di sejumlah titik yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan banjir. Proses pengadaan akan mengikuti prosedur resmi dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Alat ini menyangkut keselamatan warga. Maka pengadaannya harus tepat, transparan, dan sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kehadiran alat secanggih apa pun tidak akan efektif jika tidak didukung dengan kesiapan masyarakat.
“EWS bukan solusi tunggal. Warga juga harus tahu bagaimana merespons saat sistem memberi peringatan. Edukasi, simulasi, dan latihan akan jadi kunci keberhasilan program ini,” pungkasnya. (srn/dez)
Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

