Bibit Udang Windu Lokal Berau Diserbu Petambak, Produksi Hatchery Tanjung Batu Kewalahan

BERAU – Bibit udang windu hasil produksi lokal di Kabupaten Berau mulai menjadi andalan para petambak. Tingginya permintaan bahkan membuat hatchery atau tempat pembenihan di Tanjung Batu kewalahan memenuhi pesanan.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, menyebut kualitas bibit lokal dinilai lebih unggul dibandingkan bibit yang selama ini didatangkan dari luar daerah, khususnya dari Tarakan.

Ia mengatakan keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) pembenihan di Tanjung Batu yang bekerja sama dengan SMK 3 Perikanan memberi dampak positif bagi sektor tambak di Berau.

Disebutnya, bibit lokal memiliki tingkat ketahanan hidup yang lebih baik karena tidak mengalami proses pengiriman jarak jauh yang berisiko menimbulkan stres pada benur udang.

“Kualitasnya lebih bagus daripada Tarakan. Kalau pengiriman jauh, tingkat kematian bibit bisa mencapai 50 sampai 70 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bibit yang diproduksi langsung di Tanjung Batu mampu menekan angka kematian saat ditebar di tambak. Kondisi ini membuat minat petambak terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Bahkan, kata dia, kapasitas produksi hatchery saat ini disebut belum mampu mengimbangi tingginya permintaan pasar.

“Peminatnya banyak sekali. Hatchery di Tanjung Batu sampai kewalahan dan beberapa pesanan terpaksa dibatalkan karena permintaan terlalu tinggi,” katanya.

Selain itu, Dinas Perikanan Berau juga tengah fokus menjaga stabilitas harga hasil perikanan di pasaran.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar pasar ikan murah secara berkala di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), terutama untuk komoditas ikan layang yang menjadi konsumsi utama masyarakat.

“Kita ingin masyarakat tetap bisa membeli ikan dengan harga terjangkau. Pasar murah dilakukan pada momen tertentu saat harga mulai naik,” pungkasnya. (Srn)

BERITA POPULER