Berau Gunakan Teknologi Incinerator Ramah Lingkungan, Dorong Bank Sampah Aktif di Kampung dan Kelurahan

BERAU – Dalam upaya mengatasi persoalan sampah rumah tangga, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus berinovasi. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah penggunaan teknologi Incinerator Self Burn di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.

Kepala DLHK Berau, Mustakim Suharjana, menjelaskan bahwa alat pembakar sampah tersebut memiliki kapasitas hingga 1 ton per hari dan tidak memerlukan bahan bakar minyak (BBM) maupun listrik.

“Incinerator ini menggunakan energi dari sampah itu sendiri untuk proses pembakaran, dan telah memenuhi baku mutu emisi udara. Abu hasil pembakarannya juga dapat dimanfaatkan untuk membuat paving block,” jelasnya.

Teknologi ini, lanjutnya, sangat cocok diterapkan di tingkat kampung atau kelurahan, karena berskala kecil namun memberikan dampak besar bagi lingkungan.

Selain pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, DLHK juga terus mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pengembangan bank sampah.

“Saat ini, Kabupaten Berau memiliki 23 unit bank sampah, yang terdiri dari 1 Bank Sampah Induk (BSI) dan 22 Bank Sampah Unit (BSU). Dari jumlah tersebut, 13 unit masih aktif dan 10 lainnya tidak aktif,” terangnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap inisiatif warga, pemerintah daerah akan memberikan penghargaan kepada bank sampah terbaik yang akan diumumkan pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup mendatang.

“Ini menjadi semangat bersama untuk terus mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Ke depan, kami harapkan setiap kelurahan dan kampung di Berau memiliki minimal satu bank sampah,” pungkasnya. (srn/dez)

Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

BERITA POPULER