BERAU – Kabupaten Berau dikenal luas sebagai salah satu destinasi pariwisata bahari unggulan di Kalimantan Timur maupun tingkat nasional. Keanekaragaman hayati dan kekayaan alam seperti terumbu karang, habitat penyu, dan ekosistem laut lainnya menjadi daya tarik utama yang menjadikan pariwisata Berau begitu istimewa.
Namun, karena keunikan dan sensitivitas lingkungan yang dimiliki, pengembangan sektor pariwisata di Berau perlu dilakukan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, salah satunya melalui pendekatan ekowisata.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Samsiah Nawir, dalam kegiatan Talkshow Ekowisata dan Mini Expo yang digelar pada 25 Juni 2025, dengan tema “Peran Komunitas dan Pelaku Wisata dalam Menjaga Alam untuk Masa Depan.”
“Kami pemerintah daerah Kabupaten Berau sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Ini bagian dari upaya mendorong pengembangan ekowisata yang melibatkan peran aktif komunitas dan pelaku wisata,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber inspiratif dari dalam dan luar daerah, seperti pengelola CMC Tiga Warna, peraih ASEAN Tourism Award 2024, serta pengelola Desa Wisata LES di Bali, yang menjadi salah satu desa wisata terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024.
Selain itu, hadir pula perwakilan desa wisata di Berau, yakni Desa Payung-Payung, Teluk Sulaiman, dan Teluk Semanting.
Turut menjadi pembicara, perwakilan Biro Perjalanan Wisata Nasional yang tergabung dalam konsorsium Explore Kalimantan, pelaku usaha wisata lokal, serta seorang aktor yang juga dikenal sebagai influencer nasional.
Bersamaan dengan talkshow, dilaksanakan pula Mini Expo yang menampilkan berbagai paket wisata lokal, produk UMKM, serta partisipasi aktif dari kelompok desa wisata. Expo ini diikuti oleh 18 pelaku usaha, dan semakin meriah dengan games interaktif bertema kekayaan bahari Berau dan ekowisata yang menyediakan berbagai hadiah menarik.
Tak berhenti di situ, Pemkab Berau juga menggelar kegiatan lanjutan berupa Familiarization Trip (Famtrip) yang akan berlangsung pada 26–28 Juni 2025, dengan melibatkan 8 biro perjalanan wisata dan 1 influencer nasional. Para peserta famtrip ini akan menjajal langsung pengalaman wisata serta pelayanan yang dikelola oleh komunitas lokal di berbagai destinasi wisata unggulan Berau.
“Kami berharap rangkaian kegiatan ini mampu membangun sinergi antarpemangku kepentingan, memperkuat kolaborasi, serta memantapkan posisi Berau sebagai salah satu destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber, peserta, dan fasilitator, termasuk dukungan dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Indecon, yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini. (ril/dez)
Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

