BERAU – Dalam enam bulan terakhir sepanjang tahun 2025, Kabupaten Berau tercatat mengalami 34 insiden kebakaran pemukiman. Rentetan musibah ini bukan hanya meninggalkan kerugian materi mencapai belasan miliar rupiah, tetapi juga menyisakan luka mendalam, termasuk kehilangan nyawa seorang balita.
Data tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Masyhadi, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Nofian Hidayat. Ia menyebutkan, dari 34 peristiwa kebakaran, tercatat sebanyak 104 bangunan terdampak, baik rusak berat maupun ringan.
“Musibah kebakaran ini menyebabkan 110 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Dan yang paling menyayat hati, satu korban jiwa adalah seorang balita berusia dua tahun,” ungkapnya.
Balita malang itu tewas saat sedang tidur di sebuah pondok sederhana di Kampung Biatan Ilir, Kecamatan Biatan, beberapa waktu lalu. Kebakaran tersebut menjadi tragedi paling memilukan di antara puluhan kasus yang terjadi.
Selain korban jiwa, kebakaran-kebakaran ini juga menyebabkan luka-luka pada tiga warga dan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 18,5 miliar.
Adapun kejadian yang cukup membekas terjadi di Jalan Milono, RT 12, Kelurahan Gayam, Kecamatan Tanjung Redeb, pada 26 Januari 2025 lalu. Dalam insiden itu, 23 bangunan mengalami kerusakan berat dan 22 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Satu bulan kemudian, tepatnya 21 Februari, kebakaran kembali melanda kawasan yang sama, kali ini di RT 11 dan 12, dengan 10 bangunan hangus dan 35 kepala keluarga terdampak.
“Jumlah ini hampir menyamai catatan tahun 2024 lalu, di mana tercatat 40 kejadian kebakaran pemukiman, termasuk satu korban jiwa di Kecamatan Batu Putih,” jelas Nofian.
Melihat tren yang mengkhawatirkan ini, pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Pemeriksaan instalasi listrik dan dapur menjadi hal penting yang harus rutin dilakukan.
“Selalu periksa kondisi rumah sebelum ditinggal. Minta bantuan tetangga untuk ikut mengawasi lingkungan sekitar agar ketika terjadi sesuatu, dapat segera ditangani,” pungkasnya. (srn/dez)
Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

