BERAU – Meski belum memiliki Sekolah Rakyat sendiri, Pemerintah Kabupaten Berau tetap memastikan akses pendidikan bagi siswa kurang mampu melalui kerja sama dengan pemerintah provinsi.
Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, mengungkapkan bahwa siswa dari Berau tetap dapat mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat tingkat provinsi.
“Kalau provinsi itu boleh menerima siswa dari seluruh kabupaten. Jadi meskipun kita belum punya, kita tetap bisa kirim siswa ke sana,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pada 2025 lalu pihaknya telah mengirimkan 12 siswa ke Sekolah Rakyat di Samarinda, terdiri dari 9 siswa SMA dan 3 siswa SD.
Selain itu, terdapat sekitar 18 siswa lainnya yang difasilitasi pendidikan melalui kerja sama di Samarinda, dengan sistem tinggal di panti.
“Program ini sudah berjalan. Ada sekitar 18 anak dari SD sampai SMA yang kita sekolahkan di Samarinda dan tinggal di panti,” jelasnya.
Iswahyudi juga menegaskan bahwa seluruh biaya pendidikan di Sekolah Rakyat ditanggung oleh pemerintah pusat. Sementara pemerintah daerah hanya membantu kebutuhan transportasi siswa saat pulang ke daerah asal.
“Pusat yang membiayai penuh, kita hanya membantu transportasi saat mereka libur dan pulang ke rumah,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa program Sekolah Rakyat belum menjadi prioritas utama di Berau, mengingat angka putus sekolah di tingkat SD relatif rendah dan masih tersedia alternatif pendidikan lainnya.
“Masih ada solusi lain untuk pendidikan, sementara kebutuhan di sektor lain juga cukup mendesak,” pungkasnya. (Srn)

