BERAU – Polres Berau menetapkan seorang pria berinisial AR, mantan Duta Budaya Berau 2022 sekaligus Pejuang SIGAP Sejahtera Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, sebagai terduga pelaku kasus kekerasan seksual terhadap anak laki-laki di bawah umur. Kasus ini terungkap setelah salah satu orangtua korban melapor ke kepolisian.
Kasi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa laporan awal mengindikasikan korban tidak hanya satu.
“Polsek Tabalar bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Tabalar masih melakukan pendataan, untuk mengetahui identitas dan jumlah korban,” ungkapnya.
Korban yang sudah melapor diketahui masih berstatus pelajar SMP. AR juga disebut aktif di berbagai kegiatan sosial, termasuk kepramukaan di Kecamatan Tabalar, sebelum akhirnya diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Berau atas dugaan perilaku menyimpang terhadap anak laki-laki di bawah umur.
AKP Ngatijan mengatakan bahwa proses penyelidikan telah berjalan. Mayoritas kejadian diduga terjadi di wilayah Tabalar. Pihak Polsek Tabalar bersama pemerintah kecamatan kini tengah mendata dugaan jumlah korban.
Dari pendataan sementara, terdapat ada sekitar 18 anak yang kemungkinan menjadi korban. Setelah pendataan selesai, para korban akan dikumpulkan untuk menjalani rehabilitasi dan menerima edukasi.
“Kami masih melakukan perkembangan dan pendalaman kasus. Belum ada informasi lebih lanjut dari tim penyidik,” tambahnya.
Penangkapan AR dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Berau di Bandara Kalimarau pada Jumat (14/11/2025), sesaat setelah terduga pelaku mendarat dari luar daerah. Sehari kemudian, Sabtu (15/11/2025), AR resmi ditahan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Polres Berau.
Polisi masih terus menyelidiki kasus ini secara mendalam, termasuk kemungkinan adanya korban tambahan serta kronologi kejadian di berbagai lokasi.
“Kasus ini ditangani secara serius mengingat melibatkan anak di bawah umur dengan dugaan jumlah korban yang cukup banyak,” pungkasnya. (ril/dez)
Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

