Akses Jalan di Sambaliung Rusak Parah, 3 Kampung Terancam Terisolasi

BERAU – Akses jalan utama menuju tiga kampung di Kecamatan Sambaliung, yakni Kampung Inaran, Bena Baru, dan Pegat Bukur, mengalami kerusakan berat akibat longsor yang belum mendapat penanganan serius.

Kerusakan ini menimbulkan kekhawatiran besar dari warga setempat yang bergantung pada jalur tersebut sebagai satu-satunya akses transportasi.

Suharyadi Kusuma, Kepala Kampung (Kakam) Pegat Bukur, menuturkan bahwa kondisi jalan yang kian memburuk sangat mengancam mobilitas masyarakat. Ia khawatir jika jalan tersebut benar-benar amblas, maka seluruh akses ke dalam kampung akan lumpuh total.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin melaporkan tentang kondisi jalan ini. Ini akses vital masyarakat untuk masuk kampung. Jangan sampai benar-benar putus dan membuat kami terisolasi,” ujarnya, Minggu (6/7/2025).

Kondisi ini juga mendapat perhatian dari Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang hadir di Kampung Pegat Bukur dalam rangka pembukaan Festival Perahu Naga. Ia menegaskan bahwa kerusakan jalan tersebut tergolong parah dan memerlukan penanganan serius.

“Kita lihat tadi saat masuk ke kampung, ada beberapa titik longsor yang cukup parah. Ini sudah tidak bisa lagi hanya tambal sulam. Harus ada perencanaan yang matang dan menyeluruh,” tegasnya.

BACA JUGA :  Sakirman Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani Nelayan, Diakui Berjasa Majukan Petani dan Nelayan di Kaltim

Ia menambahkan bahwa kerusakan ini kemungkinan besar merupakan dampak dari banjir yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Pemerintah daerah pun tengah menyusun langkah-langkah penanganan.

“Kita akan tangani secara bertahap. Tapi ini soal kebutuhan masyarakat, bukan sekadar kenyamanan, melainkan menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya.

Gamalis juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Salah satu solusi mendesak yang diusulkan adalah pembangunan dinding penahan di sisi jalan yang rawan longsor.

“PU sudah menyampaikan bahwa harus segera dibuatkan dinding penahan. Kalau tidak segera, risikonya akan semakin besar,” jelasnya.

Untuk itu, Pemkab Berau meminta PUPR segera menyelesaikan kajian teknis serta perencanaan detil, agar proyek perbaikan jalan ini bisa dianggarkan dalam perubahan APBD atau dimasukkan dalam anggaran tahun berikutnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER