60 Persen Balita Belum Terpantau, Bupati Berau Soroti Peran Posyandu

BERAU – Rendahnya kunjungan balita ke Posyandu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Dari total 23.105 balita, baru sekitar 40,6 persen yang terpantau pertumbuhan dan perkembangannya.

Hal itu disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat melantik Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu di sejumlah kecamatan, Rabu (8/4/2026).

Pelantikan yang berlangsung di Gedung Balai Mufakat itu mencakup Kecamatan Tanjung Redeb, Sambaliung, Kelay, Segah, Tabalar, Biatan, Batu Putih, Bidukbiduk, Derawan, dan Maratua.

Dikatakan Sri Juniarsih, berdasarkan data Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga (SIGIZIKESGA) tahun 2025, masih ada sekitar 60 persen balita di Berau yang belum terpantau di Posyandu.

Kondisi ini, kata dia, berpotensi menghambat upaya pemantauan tumbuh kembang anak, termasuk pencegahan stunting. “Ini harus menjadi perhatian serius. Kita ingin memastikan seluruh anak di Berau tumbuh sehat dan terbebas dari stunting,” ujarnya.

Ia menuturkan, peran TP PKK dan Tim Pembina Posyandu sangat strategis dalam mendorong peningkatan kunjungan masyarakat ke Posyandu.

Terlebih, pelantikan ini merupakan bagian dari penyesuaian atas pergantian jabatan camat, yang berdampak langsung pada posisi Ketua TP PKK dan pembina Posyandu di tingkat kecamatan.

Lebih lanjut, Bupati Sri mengingatkan pentingnya adaptasi bagi para ketua yang mengalami rotasi wilayah, agar program yang dijalankan tetap berjalan optimal.

Selain itu, ia meminta seluruh jajaran TP PKK dan pembina Posyandu, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, untuk menjadikan penanganan stunting sebagai prioritas utama.

“Keterbatasan anggaran tidak boleh jadi penghalang. Harus ada inovasi di lapangan agar pelayanan tetap maksimal,” pungkasnya. (Srn)

BERITA POPULER