6.000 Warga Tanjung Redeb Masih Krisis Air Bersih, DPUPR Pastikan Jaringan Baru Mulai Dibangun Tahun Ini

BERAU – Sebanyak 6.000 warga di Kecamatan Tanjung Redeb hingga kini belum menikmati layanan air bersih dari pemerintah daerah. Padahal, kebutuhan air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau memastikan pembangunan jaringan perpipaan air bersih akan dimulai tahun ini.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Air Minum, Penyehatan Lingkungan, dan Permukiman DPUPR Berau, Rudi Hartono, menyampaikan bahwa pekerjaan tahap awal difokuskan pada pemasangan pipa utama.

“Layanan penuh baru bisa dinikmati tahun depan. Berdasarkan data, sekitar 6.000 warga Tanjung Redeb belum mendapat layanan air bersih,” jelasnya, Rabu (3/9/2025).

Saat ini, pemerintah tengah membangun sistem dengan kapasitas awal 100 liter per detik, yang nantinya ditingkatkan hingga 200 liter per detik. Penampungan diproyeksikan mampu menampung 1.000 meter kubik atau sekitar 1 juta liter air.

“Jika seluruh sistem beroperasi, kapasitas itu bisa melayani hingga 4.000 meter kubik per hari,” tambahnya.

Untuk sementara, pasokan air masih bergantung pada instalasi lama PDAM. Meski demikian, sebagian jaringan baru yang sudah terpasang akan difungsikan secara terbatas guna membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Masyarakat sangat membutuhkan air bersih, jadi layanan sementara sudah mulai berjalan,” ujarnya.

Rudi memastikan, setelah seluruh jaringan baru tuntas tahun depan, kebutuhan air bersih warga Tanjung Redeb akan sepenuhnya terlayani.

“Ini ikhtiar pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Harapannya, tahun depan tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih,” pungkasnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER