450 Formasi CPNS Berau 2024 Disetujui 100 Persen, Posisi Dokter Spesialis Masih Jadi Kendala

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau patut berbangga karena seluruh usulan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 450 formasi pada tahun 2024 lalu disetujui sepenuhnya oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Namun, pencapaian ini masih menyisakan pekerjaan rumah, khususnya terkait minimnya peminat untuk formasi dokter spesialis.

“Tahun 2024 lalu merupakan tahun yang sangat istimewa bagi pelamar CPNS. Untuk pertama kalinya, semua usulan formasi kita yang berjumlah 450 disetujui 100 persen,” ujar Asisten III Setkab Berau, Maulidiyah, Senin (26/5/2025).

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah formasi yang disetujui biasanya hanya berkisar antara 100 hingga 150. Namun, meski seluruh formasi disetujui, hanya 358 formasi yang berhasil terisi. Rinciannya, terdiri dari 128 tenaga kesehatan, 48 tenaga pertanian, dan 182 tenaga teknis lainnya.

“Sayangnya, 92 formasi tidak terisi. Ini sangat disayangkan, karena formasi itu sebenarnya sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, menyoroti bahwa kekosongan paling banyak terjadi pada posisi dokter spesialis. Ini bukan hal baru, melainkan masalah klasik yang terjadi setiap tahun dan terus menjadi tantangan bagi penyediaan layanan kesehatan di daerah, khususnya di dua rumah sakit milik pemerintah daerah.

“Formasi dokter spesialis seperti anak, penyakit dalam, anestesi, jantung, THT, hingga radiologi banyak yang tidak diminati. Ini menjadi tantangan serius bagi kami,” ungkapnya.

Sebagai langkah strategis, pihaknya menerapkan sistem perputaran tenaga kesehatan dari puskesmas-puskesmas di wilayah kota ke daerah yang kekurangan dokter spesialis.

“Setiap dua minggu kami lakukan rotasi tenaga medis untuk menutupi kekosongan, terutama dari puskesmas yang memiliki SDM lebih banyak,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala BKPSDM Berau, Sri Eka Takariyati, mengakui bahwa capaian tahun lalu merupakan hal luar biasa dalam hal jumlah formasi yang disetujui pemerintah pusat. Namun, keterisian formasi tetap menjadi kendala besar, khususnya pada posisi dokter spesialis.

“Banyak pelamar tidak tertarik karena penempatan yang jauh dari kota dan fasilitas terbatas. Ini menjadi kendala tersendiri dalam merekrut tenaga spesialis,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah dokter spesialis mata dan THT. Bahkan, RSUD Berau saat ini sedang menyekolahkan tenaga dokter untuk mengisi kekosongan dua posisi tersebut, sebagai alternatif dari proses rekrutmen reguler.

“Ini menjadi tantangan baru bahwa pemenuhan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, tidak bisa hanya mengandalkan jalur CPNS. Dibutuhkan strategi lain seperti pemberdayaan tenaga lokal dan beasiswa pendidikan kedokteran spesialis,” tandasnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER