BERAU – Pola konsumsi pangan masyarakat Berau masih didominasi beras dan terigu. Hal itu tercermin dari capaian skor Pola Pangan Harapan (PPH) Kabupaten Berau tahun 2024 yang hanya mencapai 185,7 poin, lebih rendah dibanding rata-rata nasional sebesar 193,5 poin.
Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, menyebutkan upaya sistematis dan terpadu sangat diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada dua komoditas tersebut. Menurutnya, percepatan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal menjadi kunci untuk meningkatkan skor PPH sekaligus mewujudkan ketahanan pangan yang berimbang.
“Semakin tinggi skor PPH, maka semakin beragam jenis bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat. Ini penting bukan hanya untuk kesehatan, tetapi juga untuk mendukung kemandirian pangan,” ujarnya.
Ia menegaskan konsumsi beras di Berau saat ini sudah mencapai titik maksimal. Karena itu, masyarakat perlu mulai beralih ke sumber pangan alternatif, seperti jagung, umbi-umbian, serta hasil pangan lokal lainnya. “Kita harus mulai mengurangi ketergantungan pada beras dan terigu agar skor PPH bisa naik, minimal setara dengan nasional,” sambungnya.
Dinas Pangan Berau pun telah melaksanakan berbagai program untuk mendorong diversifikasi konsumsi. Di antaranya sosialisasi Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) hingga ke kampung-kampung dan sekolah, pembagian makanan sehat ke pelajar, hingga pembentukan kantin B2SA agar anak-anak terbiasa dengan pola makan sehat sejak dini.
Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan pelatihan lapau pangan B2SA, memberikan bantuan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT), serta mengadakan lomba pangan lokal nonberas dan nonterigu, chef exhibition, hingga festival kuliner. Menu-menu hasil kegiatan tersebut kemudian dimasukkan dalam daftar menu B2SA berdasarkan kelompok umur.
Menurut Rakhmadi, diversifikasi pangan tidak hanya untuk memperbaiki skor PPH, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan potensi pangan lokal. “Dengan pola konsumsi yang lebih beragam, masyarakat lebih sehat, pangan lokal lebih bernilai, dan kemandirian pangan daerah bisa terwujud,” tandasnya. (ril/dez)
Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

