BERAU – Rencana peresmian RSUD Tanjung Redeb yang dijadwalkan pada Mei mendatang mulai memunculkan tantangan baru, khususnya terkait kesiapan sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan yang akan mengisi operasional rumah sakit tersebut.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau dikabarkan berencana memanfaatkan tenaga medis dari RSUD Abdul Rivai untuk sementara waktu, guna mendukung layanan di rumah sakit baru. Skema ini dilakukan sebagai langkah cepat agar operasional RSUD Tanjung Redeb dapat segera berjalan.
Namun, hingga saat ini, rencana tersebut belum dibarengi dengan koordinasi resmi antara Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD Abdul Rivai. Hal ini diakui langsung oleh Direktur RSUD Abdul Rivai, Jusram.
“Kami masih menunggu dari Dinas Kesehatan. Sampai sekarang belum ada koordinasi terkait pemindahan SDM, termasuk berapa jumlah tenaga yang dibutuhkan,” ujarnya.
Kondisi ini membuat proses persiapan distribusi tenaga kesehatan belum dapat dilakukan secara konkret. Padahal, keberadaan SDM menjadi salah satu faktor krusial dalam menunjang kesiapan layanan rumah sakit baru.
Meski demikian, Jusram tidak menampik bahwa sejumlah tenaga medis dari RSUD Abdul Rivai berpotensi akan diperbantukan di RSUD Tanjung Redeb. Hanya saja, keputusan tersebut tidak bisa diambil secara tergesa-gesa.
Sebagai rumah sakit yang menerapkan pola pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), setiap kebijakan terkait tenaga kerja harus melalui proses evaluasi internal yang ketat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan di RSUD Abdul Rivai tetap berjalan optimal dan tidak terganggu.
“Kalau ada permintaan tenaga, tentu kami evaluasi dulu. Baru kemudian diputuskan siapa saja yang bisa dialihkan tanpa mengganggu pelayanan di sini,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kekhawatiran akan terganggunya layanan dapat diminimalkan melalui pengaturan komposisi tenaga secara proporsional. Terlebih, untuk dokter spesialis terdapat fleksibilitas dalam praktik.
“Dokter spesialis bisa praktik di hingga tiga tempat. Jadi tetap bisa melayani di RSUD Abdul Rivai, di rumah sakit baru, maupun di tempat lainnya,” tambahnya.
Di sisi lain, RSUD Abdul Rivai disebut memiliki jumlah tenaga kesehatan yang relatif mencukupi, bahkan berlebih pada beberapa posisi, terutama tenaga keperawatan. Kondisi ini dinilai dapat menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan SDM di RSUD Tanjung Redeb.
Menurut Jusram, kelebihan tenaga tersebut tidak terlepas dari komitmen rumah sakit dalam menampung lulusan putra-putri daerah Berau di bidang kesehatan.
“Kami memang memiliki kelebihan tenaga, khususnya perawat. Ini bagian dari upaya memberikan ruang bagi tenaga kesehatan lokal. Nantinya tetap akan kami evaluasi untuk disesuaikan dengan kebutuhan,” ungkapnya.
Dengan skema evaluasi dan penyesuaian tersebut, manajemen RSUD Abdul Rivai optimistis distribusi tenaga kesehatan dapat dilakukan secara seimbang.
“Kami berharap operasional RSUD Tanjung Redeb dapat berjalan sesuai rencana, tanpa mengurangi kualitas pelayanan di RSUD Abdul Rivai,” pungkasnya.

