BERAU – Arus investasi yang masuk ke Kabupaten Berau pada awal tahun 2026 tidak hanya memperkuat perputaran ekonomi daerah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Berau mencatat, realisasi investasi pada Triwulan I tahun 2026 mencapai Rp1,51 triliun. Nilai tersebut berasal dari 659 proyek yang tersebar di berbagai sektor usaha dan berhasil menyerap 1.937 tenaga kerja.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa investasi yang masuk ke Bumi Batiwakkal tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan modal, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pengurangan angka pengangguran melalui pembukaan lapangan kerja baru.
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, mengatakan bahwa salah satu tujuan utama pemerintah daerah dalam mendorong investasi adalah menciptakan peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat lokal.
Menurutnya, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, melainkan juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja.
“Realisasi investasi yang masuk berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Ini menjadi salah satu indikator penting keberhasilan investasi di daerah,” ujarnya.
Nanang menjelaskan, sektor perkebunan dan tanaman pangan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja dari kelompok Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Pada triwulan pertama tahun ini, sektor tersebut mencatat nilai investasi sebesar Rp375,6 miliar.
Sementara itu, dari kategori Penanaman Modal Asing (PMA), sektor industri kertas menjadi kontributor utama dengan realisasi investasi mencapai Rp526,7 miliar. Besarnya investasi pada sektor tersebut turut mendorong aktivitas ekonomi dan kebutuhan tenaga kerja di daerah.
Ia menilai, tren positif investasi pada awal tahun menjadi sinyal baik bagi iklim usaha di Berau. Kepercayaan investor yang terus tumbuh dinilai menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Meski demikian, capaian investasi sebesar Rp1,51 triliun tersebut masih merupakan sebagian dari target tahunan yang telah ditetapkan. Dari total target investasi Kabupaten Berau tahun 2026 sebesar Rp8,42 triliun, realisasi pada Triwulan I baru mencapai sekitar 18 persen.
Karena itu, DPMPTSP terus berupaya menjaga iklim investasi yang kondusif melalui peningkatan pelayanan perizinan, kemudahan berusaha, serta koordinasi dengan berbagai pihak agar minat investor untuk menanamkan modalnya di Berau terus meningkat.
Nanang optimistis target investasi tahun ini dapat tercapai apabila sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat tetap terjaga dengan baik.
“Investasi yang masuk diharapkan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja,” pungkasnya.

