Home KALTARA Pabrik Pembekuan Udang dan Kios Dilalap Api, Barang Ikut Dijarah

Pabrik Pembekuan Udang dan Kios Dilalap Api, Barang Ikut Dijarah

0
Petugas saat memadamkan api. (ADE/MKR)

TARAKAN – Kebakaran besar melanda pabrik pembekuan udang CV Baruna Sinar Abadi (BSA) yang berlokasi di Jalan Jembatan Bongkok, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, pada Rabu (19/3/2025) sekitar pukul 24.00 WITA.

Pabrik itu milik Haji Nur Hasan, yang saat ini berada di Jakarta, namun disewa oleh Fredy. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan, Marthen Rombe, menjelaskan kronologi kejadian kebakaran.

“Ini kan Jalan Jembatan Bongkok, RT 22 yang saya dapat di lapangan, nanti dikonfirmasi lagi,” ujarnya pada Kamis (20/3/2025).

Selain pabrik, kebakaran juga berdampak pada satu unit kios di sekitar lokasi. Ironisnya, saat kebakaran terjadi, muncul dugaan adanya aksi penjarahan oleh warga yang berpura-pura membantu tetapi justru mengambil barang-barang di dalam kios.

“Kebetulan ada yang masuk kali ada pemilik yang jaga barangnya, mungkin dibantu tapi dibantu ada juga yang ambil lah,” jelasnya.

Warga sekitar menyebutkan bahwa api pertama kali muncul dari atap bangunan, yang diduga akibat arus pendek listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

“Kata pemilik pak Fredy ini, di bawah itu banyak mesin-mesin prion atau pendingin udang memang tempat pendingin udang kan,” jelasnya.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, seorang anggota korlakar jatuh sehingga kaki dan tangannya luka namun sudah ditangani oleh PMI.

Pemadam kebakaran mengerahkan tiga armada untuk menangani kebakaran, terdiri dari dua unit mobil pemadam dan satu unit bantuan dari Pertamina. Proses pemadaman memakan waktu sekitar 30 menit.

“Tadi lama karena ada tumpukan kardus, jadi kardus harus digali supaya bisa disemprot,” pungkas Marthen.

Sementara itu, keluarga pemilik kios yang diduga dijarah, sebut saja Rio, menjelaskan bahwa kiosnya yang beroperasi 24 jam menjual bahan sembako. Saat kebakaran terjadi, pintu kios dalam keadaan terbuka.

“Otomatis orang banyak yang masuk ada yang dikenal ada juga yang tidak dikenal, kemungkinan besar banyak barang-barang yang diambil orang yang tidak dikenal itu,” katanya.

Menurutnya, kerugian akibat aksi penjarahan ini mencakup freezer, rokok, dan barang-barang lainnya. Namun, ia belum berencana melaporkan kejadian tersebut karena kesulitan mengenali siapa saja yang masuk ke kiosnya. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version