BERAU – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kabupaten Berau berlangsung kondusif dengan pendekatan yang lebih humanis dan kolaboratif. Kegiatan yang dipusatkan di GOR Pemuda ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang memperkuat komunikasi antara pekerja, pemerintah, dan pelaku usaha.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Berau, Anang Saprani, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan terkendali. Ia menekankan bahwa konsep tahun ini sengaja dirancang untuk membangun suasana kebersamaan sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.
“Pelaksanaan May Day kali ini kami lakukan dengan bersinergi bersama kepolisian, APINDO, aliansi, serta serikat buruh. Kami sepakat memusatkan kegiatan di GOR Pemuda dengan suasana yang lebih kebersamaan,” ujarnya.
Berbeda dari aksi demonstrasi pada umumnya, May Day di Berau diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan hiburan. Mulai dari senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga hiburan rakyat dan pembagian doorprize yang disambut antusias oleh para pekerja.
Anang menjelaskan, hadiah yang dibagikan berasal dari kontribusi sejumlah perusahaan di Kabupaten Berau sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan buruh. Namun demikian, ia mengakui partisipasi dunia usaha masih perlu ditingkatkan.
“Kami berharap ke depan perusahaan-perusahaan yang belum tergabung dapat ikut berpartisipasi dan memberikan dukungan, sehingga kegiatan seperti ini bisa lebih besar dan memberikan manfaat yang lebih luas,” katanya.
Di balik suasana perayaan yang meriah, Anang menegaskan bahwa esensi utama May Day tetap menjadi perhatian pemerintah, khususnya dalam menyikapi berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih terjadi di daerah.
Isu pemutusan hubungan kerja (PHK), upah, hingga kesempatan kerja bagi tenaga lokal menjadi fokus utama yang terus didorong untuk mendapatkan solusi konkret. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya menyelaraskan berbagai tuntutan tersebut dengan Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 8 Tahun 2018 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal.
“Kami tidak mengesampingkan tuntutan buruh. Permasalahan seperti PHK, upah, dan penerimaan tenaga kerja akan kami jembatani untuk dicarikan solusi secara bertahap,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Disnakertrans Berau dalam mengawal hak-hak pekerja, terutama dalam kasus PHK. Ia mengingatkan agar perusahaan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak tanpa memenuhi kewajiban terhadap pekerja.
“Jangan sampai ada PHK sepihak tanpa pesangon. Jika itu terjadi, kami akan hadir untuk mengawal dan memastikan hak-hak pekerja tetap terpenuhi,” tegasnya.
Anang juga menyoroti dinamika di sektor pertambangan yang belakangan menjadi salah satu penyumbang kasus PHK. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari penurunan pendapatan perusahaan hingga penutupan proyek.
Meski demikian, ia mengimbau perusahaan untuk tidak melakukan pengurangan tenaga kerja secara masif tanpa perencanaan yang matang. Langkah bertahap dinilai penting untuk menekan potensi lonjakan angka pengangguran di daerah.
Di sisi lain, para pekerja yang terdampak PHK juga didorong untuk lebih adaptif dalam melihat peluang kerja di sektor lain. Sektor perkebunan, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi alternatif sumber penghidupan.
Melalui momentum May Day 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Berau berharap terciptanya hubungan industrial yang semakin harmonis, serta peningkatan kesejahteraan buruh secara berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
“Kita harus mampu melihat peluang di sektor lain. Jangan terpaku pada satu bidang saja. Dengan keterampilan dan kemauan, peluang di sektor lain tetap terbuka,” pungkasnya.

