KONI Berau Putar Otak Hadapi Keterbatasan Anggaran Jelang Porprov, Fokus pada Cabor Berpeluang Medali

BERAU – Keterbatasan anggaran menjadi ujian berat bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Berau dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.

Di tengah tuntutan prestasi, KONI harus mengambil langkah realistis dengan melakukan seleksi ketat terhadap atlet dan cabang olahraga (cabor) yang akan diberangkatkan.

Ketua KONI Berau, Taufan Madjid, mengakui bahwa kondisi fiskal daerah saat ini belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan pembinaan olahraga. Padahal, jumlah cabor yang berada di bawah naungan KONI Berau mencapai 63 cabang dengan kebutuhan pembinaan yang tidak sedikit.

“Kami sebenarnya ingin mengakomodasi banyak program dari cabor, tetapi kondisi keuangan daerah membuat itu tidak memungkinkan,” ujarnya.

Situasi ini, lanjut Taufan, memaksa KONI untuk menyusun skala prioritas yang lebih terukur. Tidak hanya menyangkut pembinaan atlet, tetapi juga menyentuh aspek operasional organisasi yang selama ini turut bergantung pada ketersediaan anggaran.

Ia menyoroti bahwa sistem pembinaan atlet yang selama ini dititipkan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dinilai belum berjalan maksimal. Hal ini turut memengaruhi kesiapan atlet dalam menghadapi kompetisi tingkat provinsi.

“Dana pembinaan tidak hanya untuk atlet, tetapi juga untuk operasional. Idealnya sekitar 30 persen anggaran digunakan untuk administrasi dan operasional, tetapi itu belum bisa terpenuhi,” jelasnya.

Menghadapi Porprov yang rencananya digelar di Kabupaten Paser, KONI Berau harus melakukan penyesuaian strategi secara signifikan. Dari 52 cabang olahraga yang berhasil lolos kualifikasi, tidak semuanya akan diberangkatkan.

BACA JUGA :  Pembunuhan Satu Keluarga di Segah, Julius Divonis Mati dengan Masa Percobaan 10 Tahun

“Kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran,” tegasnya.

Sebagai solusi, seleksi akan difokuskan pada atlet dan cabor yang memiliki peluang besar meraih medali, khususnya emas. Strategi ini diambil agar anggaran yang terbatas tetap mampu memberikan hasil optimal dan menjaga posisi daya saing Berau di ajang Porprov.

Di sisi lain, KONI Berau juga berupaya mencari alternatif pendanaan melalui kerja sama dengan pihak swasta. Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi salah satu opsi yang diharapkan mampu menutup kekurangan biaya, baik untuk pembinaan maupun keberangkatan atlet.

Skema ini bukan hal baru. Pada Porprov sebelumnya, dukungan dari sektor swasta terbukti cukup membantu meringankan beban pembiayaan. Oleh karena itu, kolaborasi serupa kembali diharapkan dapat terjalin.

“Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi pihak swasta untuk berkontribusi dalam pembinaan olahraga daerah,” tambahnya.

Di tengah segala keterbatasan, KONI Berau menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga semangat dan motivasi para atlet. Dukungan yang tepat sasaran diharapkan mampu memastikan bahwa keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi.

“Langkah ini menjadi gambaran bahwa pembinaan olahraga tidak hanya soal jumlah, tetapi juga tentang strategi, efisiensi, dan ketepatan dalam menentukan prioritas demi hasil terbaik bagi daerah,” pungkasnya.

BERITA POPULER