BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akan segera memulai proses perbaikan Jembatan Mapulu yang ambruk di Kampung Mapulu, Kecamatan Kelay. Proses perbaikan dijadwalkan dimulai dalam pekan ini.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menyampaikan bahwa keterlambatan pelaksanaan perbaikan disebabkan oleh alat berat yang masih digunakan untuk proyek di Kecamatan Teluk Bayur dan kini dalam tahap penyelesaian.
“Pekan ini kita mulai,” ujar Junaidi, Senin (16/6/2025).
Junaidi menjelaskan, jembatan yang mengalami kerusakan terdiri dari 10 segmen dengan total berat sekitar 30 ton. Proses evakuasi memerlukan ketelitian tinggi karena setiap segmen harus dilepas dan diangkat satu per satu dari dasar sungai ke daratan.
“Evakuasinya tidak bisa cepat karena segmen-segmen jembatan perlu dilepas satu per satu dari bawah dan diangkat ke darat. Berat dan panjang, jadi memang butuh waktu,” jelasnya.
Meski demikian, DPUPR menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan agar akses masyarakat kembali normal secepat mungkin. Jembatan Mapulu merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa wilayah di Kecamatan Kelay.
“Kami upayakan semaksimal mungkin agar akses kampung bisa pulih,” tegas Junaidi.
Sementara itu, Camat Kelay, Toris, menyebut ambruknya jembatan telah berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Sejak kejadian tersebut, warga terpaksa menggunakan jalur sungai dengan perahu untuk menyeberang.
“Semoga proses evakuasi dan pembangunan jembatan bisa selesai cepat supaya masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (ril/dez)
Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

