BERAU — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban.
Langkah ini diwujudkan dengan penguatan pengawasan di berbagai titik, mulai dari pintu masuk wilayah hingga lokasi penampungan hewan kurban.
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, menyebutkan bahwa upaya pencegahan sebenarnya telah dilakukan secara rutin, namun kini diperketat seiring meningkatnya lalu lintas hewan menjelang hari besar keagamaan tersebut.
“Pengawasan kita tingkatkan, terutama untuk hewan ternak yang masuk ke Berau. Ini untuk memastikan hewan tetap sehat sampai ke tangan masyarakat,” ujarnya.
DTPHP Berau juga telah membentuk tim khusus yang bekerja hingga ke tingkat kecamatan untuk mendukung langkah tersebut.
“Tim ini nantinya memantau langsung di lapangan, termasuk memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban secara menyeluruh,” ucapnya.
Lanjut Lita, pengawasan juga dilakukan secara terpadu bersama aparat kepolisian dan Balai Karantina Hewan. Kolaborasi ini difokuskan pada pengamanan distribusi sekaligus memastikan kelengkapan dokumen serta kesehatan hewan dari daerah asal.
Pemeriksaan yang dilakukan pun tidak sebatas pengamatan visual. Tim gabungan turut mengambil sampel darah dan air liur hewan untuk diuji di laboratorium guna mendeteksi potensi infeksi PMK sejak dini.
“Kalau ditemukan gejala, penanganan bisa segera dilakukan sebelum hewan dijual,” jelasnya.
DTPHP Berau memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di pasaran telah melalui tahapan pemeriksaan ketat sebelum dinyatakan layak konsumsi.
“Ini bentuk komitmen kami agar masyarakat Berau bisa mendapatkan hewan kurban yang sehat dan aman,” pungkasnya. (Srn)

