Ipprisia Kaltim Dorong Perempuan Berau Lebih Mandiri Lewat Program Siap Berdaya

TANJUNG REDEB – Upaya memperkuat pemberdayaan perempuan di Kabupaten Berau terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat. Dewan Pengurus Daerah Ikatan Penata Persona Indonesia (DPD Ipprisia) Kalimantan Timur melakukan audiensi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB P3A) Kabupaten Berau untuk membahas pengembangan program pemberdayaan perempuan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (17/6/2026) itu menjadi langkah awal memperkenalkan Program Sekolah Inklusif Aman dan Produktif untuk Perempuan Berdaya (Siap Berdaya), sebuah program yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, kepercayaan diri, dan kemandirian ekonomi perempuan, khususnya kelompok rentan.

Ketua DPD Ipprisia Kalimantan Timur, Marliana Wahyuningrum, mengatakan perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan keluarga dan masyarakat. Karena itu, program pemberdayaan harus mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan, tidak hanya berupa pelatihan keterampilan semata.

“Perempuan merupakan salah satu pilar utama pembangunan keluarga dan masyarakat. Karena itu, diperlukan program yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar perempuan mampu berkembang secara mandiri dan produktif,” ujarnya.

Dalam pemaparan yang disampaikan, Program Siap Berdaya dirancang melalui berbagai kegiatan edukasi, pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, penguatan jejaring, hingga pengembangan potensi ekonomi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.

Ipprisia Kaltim juga menyampaikan harapan agar program tersebut dapat disinergikan dengan berbagai program pemberdayaan perempuan yang selama ini telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Berau sehingga mampu memperluas manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Plt Kepala DPPKB P3A Kabupaten Berau Warji didampingi Sekretaris DPPKB P3A, Halijah dan jajarannya menyambut baik inisiatif yang dibangun Ipprisia Kaltim. Audiensi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan membahas berbagai peluang kerja sama, termasuk penguatan kapasitas perempuan, peningkatan keterampilan ekonomi produktif, serta dukungan terhadap kelompok perempuan rentan.

Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat terwujudnya perempuan yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Untuk memudahkan berjalannya program agar efektif dan efisien, pertemuan kemarin juga sekaligus mendukung dan memfasilitasi terbentuknya DPC Ipprisia Kabupaten Berau sebagai perpanjangan tangan DPD Ipprisia Provinsi Kalimantan Timur.

Ke depan, hasil audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan program-program pemberdayaan perempuan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan dan keluarga di Kabupaten Berau.

“Bersama Bergerak, Bersama Berdampak untuk Perempuan Berdaya dan Keluarga Sejahtera.” (*/esf)

Editor : Nicha R

BERITA POPULER