BERAU — Arus investasi yang masuk ke Kabupaten Berau sepanjang 2026 menunjukkan geliat positif, menandakan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap potensi daerah. Di tengah persaingan antarwilayah, Berau justru tampil sebagai salah satu tujuan yang banyak dilirik investor baru.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, menyebut tren ini tidak lepas dari kemudahan sistem perizinan yang kini sepenuhnya berbasis digital.
Melalui skema Online Single Submission (OSS), proses pengajuan izin usaha dinilai semakin sederhana dan transparan.
“Semua persyaratan sudah terintegrasi di OSS, jadi tidak ada lagi prosedur berbelit. Bahkan beberapa izin bisa terbit otomatis,” jelasnya.
Dikatakannya, banyak calon investor yang awalnya mempertanyakan syarat khusus untuk berinvestasi di Berau. Namun setelah memahami mekanisme OSS, keraguan tersebut perlahan hilang karena prosesnya dinilai efisien dan mudah diakses.
Meski demikian, tidak semua sektor menunjukkan pergerakan yang sama. Ia menyebut, investasi di bidang teknologi dan pangan masih cenderung melambat.
“Beberapa investor teknologi sempat masuk, tapi sekarang memilih menahan diri sambil melihat situasi ke depan,” ujarnya.
Selain itu, sektor industri seperti tekstil dan konstruksi baja juga belum mencatatkan pertumbuhan investasi yang signifikan hingga saat ini. “Tapi kami optimistis layanan berbasis digital bisa jadi magnet bagi investor,” tutupnya. (Srn)

