BERAU – Gangguan layanan penerbangan yang terjadi belakangan ini mulai mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Berau. Ketidakpastian jadwal, tingginya harga tiket hingga pembatalan penerbangan dinilai bisa berdampak langsung terhadap sektor pariwisata daerah.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengaku kecewa dengan pelayanan sejumlah maskapai yang melayani rute menuju Berau. Bahkan, dirinya turut menjadi salah satu penumpang yang terdampak keterlambatan penerbangan.
Pengalaman itu dialaminya saat menggunakan maskapai Sriwijaya Air beberapa waktu lalu. “Salah satu penumpang yang dikecewakan itu saya. Saya kan penumpang Sriwijaya kemarin,” ujar Gamalis.
Menurutnya, persoalan transportasi udara bukan hanya menyangkut kenyamanan penumpang, tetapi juga berkaitan langsung dengan citra Berau sebagai daerah tujuan wisata.
Ia menilai wisatawan akan kesulitan menjangkau Berau jika jadwal penerbangan tidak menentu dan harga tiket terus mengalami kenaikan. “Kalau kondisi seperti ini terus terjadi, harga semakin tinggi, pelayanan maskapai sering delay bahkan membatalkan penerbangan, tentu ini menjadi persoalan serius bagi wisata kita,” katanya.
Situasi tersebut semakin diperparah setelah AirAsia dikabarkan menghentikan sementara penerbangan ke Berau dalam beberapa pekan terakhir. “Kita berharap ada perbaikan pelayanan dari maskapai untuk mendukung pariwisata dan ekonomi kita,” pungkasnya. (Srn)

