Evaluasi Jadi Kunci, Disbudpar Berau Soroti Minimnya Pemanfaatan Fasilitas Wisata

BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mulai mengalihkan fokus pada pembenahan. Sejumlah fasilitas wisata, khususnya yang berkaitan dengan sejarah dan budaya, disorot karena belum dimanfaatkan secara optimal meski telah dibangun.

Ditemui di Kantornya, Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, menegaskan bahwa langkah evaluasi menjadi prioritas penting sebelum melangkah lebih jauh dalam pengembangan sektor pariwisata. Hal ini dinilai krusial agar pembangunan yang telah dilakukan tidak berakhir sia-sia.

Menurutnya, pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki perencanaan yang cukup matang, termasuk pembagian anggaran dan penentuan destinasi prioritas. Namun, efektivitas dari program tersebut masih perlu ditelaah lebih dalam.

“Secara perencanaan, 2026 itu sudah jelas. anggaran dan destinasi prioritas juga sudah ditentukan. Tapi sejauh mana peningkatan dari tahun sebelumnya, itu yang masih perlu kita lihat lagi,” ujarnya.

Sorotan utama justru tertuju pada fasilitas wisata sejarah, seperti museum dan artefak budaya, yang hingga kini belum mampu menarik kunjungan atau bahkan belum difungsikan secara maksimal. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait perencanaan, pengelolaan, hingga kesiapan sumber daya pendukung.

Yudha mengakui, dirinya belum melakukan peninjauan menyeluruh terhadap seluruh program yang telah disusun. Oleh karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan identifikasi untuk menemukan akar persoalan yang menyebabkan fasilitas tersebut belum berjalan optimal.

“Nanti kita dalami dulu. Kenapa sudah dibangun tapi belum dimanfaatkan. Apakah karena pengelolaan, SDM, atau faktor lain. Dari situ baru kita tentukan langkah perbaikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendekatan ini diharapkan mampu mengubah pola pembangunan pariwisata yang sebelumnya cenderung berorientasi fisik, menjadi lebih berfokus pada kebermanfaatan dan keberlanjutan.

Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pengembangan pariwisata Berau ke depan tidak hanya berbicara soal pembangunan destinasi baru, tetapi juga memastikan aset yang telah ada benar-benar hidup dan memberikan dampak ekonomi maupun edukasi bagi masyarakat.

“Kami sektor pariwisata tidak hanya berkembang secara kuantitas, tetapi juga kualitas menjadi lebih terarah, fungsional, dan mampu memperkuat identitas daerah,” pungkasnya.

BERITA POPULER