BERAU – Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jenis beras di Kabupaten Berau hingga pertengahan Juni 2025 belum kembali digulirkan. Meski demikian, Perum Bulog Cabang Berau tetap berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat dengan mendorong para mitra untuk menjual beras premium sebagai alternatif.
Kepala Perum Bulog Cabang Berau, Lucky Ali Akbar, menjelaskan bahwa penghentian distribusi beras SPHP merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga gabah dan beras selama musim panen.
“Sebagai solusi sementara, kami mengganti SPHP dengan beras komersial. Respons masyarakat cukup tinggi, karena kebutuhan terhadap beras tetap ada. Beras premium menjadi pilihan yang masih bisa diakses,” ujarnya, Senin (16/6/2025).
Meski tidak disubsidi seperti SPHP, beras komersial tetap tersedia di berbagai mitra Bulog. Namun, karena merupakan produk bisnis, ketersediaannya sangat bergantung pada kondisi pasar.
“Kalau stoknya tidak ada di gudang Bulog, masyarakat bisa mengecek langsung ke mitra-mitra kami atau agen sembako yang telah bekerja sama. Saat ini, mereka memang fokus menjual beras premium,” jelasnya.
Bulog juga memastikan seluruh mitra tidak diperbolehkan menjual kepada tengkulak atau pedagang besar. Distribusi difokuskan langsung ke konsumen akhir guna menghindari lonjakan harga dan menjaga ketersediaan di tingkat masyarakat.
“Kami arahkan penjualan langsung ke masyarakat. Tidak boleh ada penjualan ke pihak kedua yang bisa menyebabkan harga melonjak,” tegasnya.
Ia menambahkan, harga beras premium juga tetap diawasi agar tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Agen yang melanggar ketentuan akan dikenakan sanksi tegas.
“Kami mendukung persaingan usaha yang sehat. Selama harga masih sesuai atau di bawah HET, tidak masalah. Justru kalau ada agen yang bisa menjual lebih murah, itu sangat kami apresiasi,” pungkasnya. (srn/dez)
Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

