BERAU — Upaya perbaikan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Berau masih terus dikebut. Namun di balik proses tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) mengungkap adanya tantangan teknis yang membuat penanganan lampu jalan belum optimal.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Berau, Noorhasani, menyebut kondisi PJU di lapangan kerap berubah-ubah, bahkan setelah dilakukan perbaikan. “Kadang sudah kami perbaiki di satu titik, tidak lama kemudian titik lain yang sebelumnya normal justru ikut padam. Ini yang membuat penanganannya seperti tidak ada habisnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem PJU sangat bergantung pada komponen elektronik dan pengaturan jarak jauh. Hal ini membuat potensi gangguan bisa terjadi secara tiba-tiba di lokasi berbeda, meskipun menggunakan merek dan spesifikasi yang sama.
Selain itu, Dishub juga menghadapi keterbatasan dalam penanganan PJU tenaga surya. Lampu jenis ini tidak bisa dibongkar sembarangan karena masih dalam masa garansi dari pihak rekanan. “Kalau kami bongkar sendiri, dikhawatirkan justru merusak dan garansi jadi gugur. Jadi harus menunggu pihak rekanan yang menangani langsung,” jelasnya.
Untuk mempercepat penanganan, Dishub membagi prioritas perbaikan dalam dua kategori. PJU berbasis listrik PLN (AC) dapat ditangani lebih cepat melalui anggaran pemeliharaan rutin.
Sementara itu, PJU tenaga surya harus menunggu penanganan dari pihak rekanan sesuai ketentuan garansi. Saat ini, tim teknis dari rekanan telah mulai melakukan perbaikan secara bertahap. Penanganan difokuskan terlebih dahulu di wilayah perkotaan seperti Tanjung Redeb, kemudian berlanjut ke Gunung Tabur dan Sambaliung. “Setelah area kota, mereka akan bergerak ke wilayah pesisir secara bertahap,” tuturnya.
Meski demikian, proses perbaikan juga dipengaruhi faktor jarak. Beberapa rekanan diketahui berasal dari luar daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya, sehingga membutuhkan waktu dalam mobilisasi tim ke Berau.
“Kami akan terus memantau kondisi di lapangan serta menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait PJU yang padam,” pungkasnya. (Srn)

