BERAU – Pemanfaatan karya kreatif seperti film dan video mulai didorong untuk membantu mempromosikan potensi wisata di Bumi Batiwakkal. Upaya ini dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau melalui penguatan sektor ekonomi kreatif.
Kepala Bidang Bina Usaha Jasa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Berau, Nurjatiah, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki tugas dalam mengembangkan usaha kreatif yang berkaitan langsung dengan promosi serta penguatan daya tarik destinasi wisata.
Ia menuturkan, arah pengembangan tersebut telah dituangkan dalam dokumen Peta Jalan Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah atau Talenpekda.
“Tugas fungsi kami ialah pengembangan wisata seperti film, video, dan sarana lainnya. Karena kami memiliki Talenpekda dengan enam subsektor, yakni sastra, kuliner, seni pertunjukan, video, film, aplikasi dan lainnya,” jelasnya.
Dikatakannya, keberadaan Talenpekda menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah dalam merancang program pembinaan bagi para pelaku ekonomi kreatif di Berau.
“Dengan adanya ini maka kita bisa membantu atau mensupport rekan-rekan yang bergerak di komunitas. Baik itu yang bergerak di film, video maupun subsektor lainnya,” ujarnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa setiap bentuk dukungan tetap harus mengikuti prosedur dan mekanisme yang berlaku.
Komunitas atau pelaku usaha yang ingin mendapatkan fasilitasi dari pemerintah, kata dia, harus memenuhi persyaratan administrasi dan teknis yang telah ditetapkan.
“Jika memenuhi ketentuan, maka akan kita support. Baik itu film, video, maupun seni rupa, semua bisa kami bantu sesuai regulasi dan kemampuan anggaran yang ada,” pungkasnya. (Srn)

