Dari Tambang ke Wisata, Batu-Batu Siap Jadi Kampung Nila Andalan Berau

BERAU — Dinas Perikanan (Diskan) Berau mulai menyiapkan langkah strategis untuk mengembangkan kawasan Kampung Batu-Batu menjadi sentra budidaya ikan nila terpadu yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.

Program yang diberi nama “Kampung Nila” ini diproyeksikan menjadi destinasi singgah baru bagi wisatawan yang akan menuju Pulau Derawan dan Tanjung Batu.

Kepala Bidang Budidaya Diskan Berau, Budiono, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi daerah, guna mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan.

Menurutnya, konsep yang diusung tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi perikanan, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui sektor wisata.

“Ke depan, wisatawan yang melintas bisa singgah di Batu-Batu. Ini sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan pengganti tambang,” ujarnya.

Pengembangan Kampung Nila, kata dia, akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kampung, sektor swasta, hingga perusahaan seperti PT Berau Coal.

Ia pun menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam merealisasikan program tersebut agar berjalan optimal dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil survei lapangan, kawasan Batu-Batu memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Terdapat sekitar 30 hingga 40 kolam yang dinilai layak secara teknis untuk budidaya ikan nila.

Selain itu, kondisi kualitas air juga mendukung pengembangan komoditas tersebut. Diskan Berau berencana mengembangkan jenis nila salina, yang dikenal memiliki ketahanan terhadap kadar garam rendah. “Potensinya sangat besar, baik dari sisi teknis maupun kualitas air. Ini menjadi peluang yang harus dimaksimalkan,” pungkasnya. (Srn)

BERITA POPULER