BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih menyampaikan sembilan usulan prioritas Kabupaten Berau pada saat menghadiri langsung Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang digelar di Pendopo Odah Etam, beberapa waktu lalu.
Dalam sembilan tersebut disampaikan guna mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan masyarakat di Bumi Batiwakkal. Ia menegaskan, Pemkab Berau telah menuntaskan penyusunan RKPD yang diselaraskan dengan rancangan RKPD Kaltim 2027.
Salah satu usulan utama adalah dukungan penyediaan dan peningkatan sarana serta prasarana kesehatan, khususnya untuk operasional rumah sakit umum (RSU) baru yang telah dibangun Pemkab Berau.
“Kami berharap RSU baru ini mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kelengkapan alat kesehatan. Ke depan, kami menargetkan dapat menjadi rumah sakit rujukan di wilayah utara Kaltim,” ungkapnya.
Di sektor pendidikan, Pemkab Berau juga mengusulkan pembangunan unit sekolah baru tingkat SMA yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kaltim. Usulan ini seiring meningkatnya jumlah peserta didik, terutama di wilayah kampung dan pedalaman.
Sri Juniarsih menyebutkan, kebutuhan mendesak di antaranya pembangunan sekolah di Kampung Pegat Bukur yang akan melayani tiga kampung, yakni Pegat Bukur, Inaran, dan Bena Baru. Selain itu, pembangunan sekolah juga diperlukan di Kampung Long Keluh untuk melayani lima kampung di wilayah Hulu Sungai Kelay.
Pada sektor pariwisata, yang saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah, Pemkab Berau meminta dukungan pembenahan dan penyediaan fasilitas pendukung destinasi wisata. Termasuk di antaranya pengamanan pantai di Pulau Derawan dan Pulau Maratua, serta lanjutan pembangunan pemecah ombak di kawasan pesisir Talisayan dan Biduk-Biduk.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Juniarsih juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kaltim atas berbagai program pembangunan yang telah direalisasikan di Kabupaten Berau. Salah satunya adalah rampungnya pembangunan Jembatan Nibung yang menghubungkan wilayah pesisir Kabupaten Berau dengan Kabupaten Kutai Timur.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan aksesibilitas dan kunjungan wisata, khususnya ke kawasan Biduk-Biduk dan sekitarnya.
“Kami berharap peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan provinsi dapat terus dilanjutkan,” tandasnya.

