BPBD Berau Ingatkan Warga Waspada Karhutla, 51 Titik Panas Terdeteksi September 2025

BERAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sepanjang September 2025, BPBD mencatat lebih dari 50 titik panas yang terpantau di wilayah Bumi Batiwakkal.

Kepala BPBD Berau, Mashyadi Muhdi, menyebutkan kondisi cuaca menjadi faktor utama pemicu munculnya hotspot.

“Jumlah titik panas pada bulan ini sempat melonjak cukup tinggi, terutama pada September, yakni mencapai 51 titik. Meskipun beberapa hari terakhir menurun, tapi kita harus tetap waspada,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan oleh BPBD, tetapi juga melibatkan aparat gabungan dari TNI, Polri, hingga Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Fokus koordinasi diarahkan pada kawasan rawan kebakaran di Berau Barat, Berau Utara, dan Berau Tengah.

“Di tingkat kecamatan, posko siaga dan unit pemadam kebakaran juga sudah ditempatkan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi insiden,” jelasnya.

Namun demikian, Mashyadi menekankan bahwa peran masyarakat adalah faktor paling penting dalam upaya pencegahan.

“Sekencang apa pun upaya aparat, tidak akan berhasil tanpa dukungan warga. Jadi, saya meminta agar larangan pembakaran dipatuhi, mengingat dampaknya dapat menimbulkan kabut asap yang berbahaya bagi kesehatan dan kualitas udara,” ujarnya.

Menurutnya, banyak kasus kebakaran berawal dari kelalaian kecil, seperti membuka lahan dengan cara membakar. Karena itu, BPBD menyerukan agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola lahan.
“Jangan melakukan pembakaran sembarangan. Sekali api menyebar, dampaknya bukan hanya pada lahan, tapi juga pada kesehatan masyarakat sekitar,” tegas Mashyadi.

Selain membahayakan kesehatan, kebakaran hutan juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan akibat kabut asap. Kualitas udara yang menurun bisa memicu penyakit pernapasan, sementara hilangnya keanekaragaman hayati berdampak pada kelestarian lingkungan dalam jangka panjang.

“Dengan ancaman titik panas yang masih terpantau, kami mengajak seluruh warga untuk menjadi garda terdepan dalam pencegahan karhutla. Kerja sama kolektif antara pemerintah, aparat, dan masyarakat adalah kunci utama menjaga Berau dari bencana asap yang berulang setiap tahun,” pungkasnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER