BERAU — Upaya memperluas areal persawahan di Kabupaten Berau mendapat dorongan signifikan setelah pemerintah pusat menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam jumlah besar untuk mendukung program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025.
Bantuan dari Kementerian Pertanian RI tersebut kini telah tiba dan siap dioperasikan di sejumlah wilayah yang menjadi fokus pengembangan sawah baru.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Untung Pamilih, menyebutkan alsintan yang diterima terdiri dari berbagai peralatan modern untuk menunjang percepatan pengolahan lahan.
“Total ada Traktor Roda 4 sebanyak 4 unit, Traktor Roda 2 sebanyak 8 unit, Traktor Crawler 7 unit, serta Pompa Air 4 unit,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan ini tidak hanya bertujuan mempercepat proses pembukaan lahan, tetapi juga untuk meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
Disebutnya, program CSR difokuskan di tiga kecamatan yang dinilai memiliki potensi besar, yakni Teluk Bayur, Gunung Tabur, dan Tabalar.
“Ketiga wilayah ini diproyeksikan jadi sentra produksi padi baru di Berau,” katanya.
Lebih lanjut, Untung menjelaskan bahwa pengelolaan alsintan dilakukan secara terpusat melalui Brigade Alsin Dinas.
“Jadi bukan hibah perorangan, tapi digunakan bersama agar pemanfaatannya lebih optimal,” jelasnya.
Ia pun menekankan pentingnya perawatan alat oleh para pengguna. Seluruh biaya operasional hingga perbaikan menjadi tanggung jawab kelompok tani penerima manfaat, yang akan diatur melalui kesepakatan internal masing-masing kelompok.
“Pemeliharaan dibahas di kelembagaan petani, disesuaikan dengan kemampuan kelompok agar alat tetap bisa digunakan dalam jangka panjang,” tutupnya. (Srn)

