Waspada Buaya! KKP3K Kaltim Akan Pasang Papan Peringatan di Wilayah Rawan Serangan

BERAU – Warga pesisir Kabupaten Berau kembali diresahkan dengan kemunculan buaya yang kerap menyerang warga beberapa waktu lalu. Hal ini pun dibenarkan oleh Pelaksana Harian (PLH) Kepala UPTD Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS) Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur, Didik Riyanto.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait adanya warga yang diterkam buaya. Menanggapi hal itu, ia menegaskan bahwa penanganan buaya berada di bawah kewenangan provinsi, dan pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi serta memasang papan peringatan keberadaan buaya di sejumlah lokasi rawan.

“Ini selalu jadi kendala, karena membunuh buaya jelas melanggar peraturan,” ujarnya.

Menurutnya, konflik antara manusia dan buaya tidak hanya disebabkan oleh jumlah populasi buaya yang meningkat, tetapi juga oleh rusaknya habitat alami predator tersebut. Kerusakan hutan mangrove, ekspansi permukiman warga, serta pembangunan tambak menjadi faktor utama terdesaknya ruang hidup buaya.

“Ini sudah menjadi polemik besar antara manusia dan buaya,” tegasnya.

Ia menyampaikan, solusi jangka pendek yang bisa dilakukan saat ini adalah melalui pemasangan papan peringatan dan peningkatan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi. Namun, untuk penetapan kantong-kantong habitat buaya dinilai sulit dilakukan karena persebaran buaya yang luas dan tidak terpusat.

Sejumlah wilayah yang disebut sering menjadi tempat kemunculan buaya besar antara lain Kampung Kasai, Pegat Batumbuk, Merancang Ilir dan Ulu, Tabalar Muara, Batu Putih, Talisayan, hingga Kampung Dumaring. Bahkan, di aliran Sungai Segah dan Kelay pun warga kerap melaporkan penampakan predator tersebut.

“Tindakan agresif buaya sulit dikendalikan. Mereka terbiasa memangsa ikan dan monyet di hutan mangrove, jadi saat melihat manusia beraktivitas di sungai, dianggap sebagai mangsa,” jelasnya.

Ia pun menyatakan akan segera berkoordinasi dengan kepala kampung (kakam) setempat agar memasang papan peringatan di area-area berisiko sebagai langkah antisipasi. Langkah ini diharapkan bisa meminimalisir potensi konflik antara manusia dan buaya.

“Kami akan pasang papan tanda sebagai langkah pencegahan dan pengingat bagi warga,” pungkasnya. (srn/dez)

Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

BERITA POPULER