Warga Punan Segah Desak Pelaku Pembantaian Satu Keluarga Dihukum Mati

BERAU – Kasus pembantaian yang menewaskan seorang ibu hamil dan dua anaknya di Kampung Punan Mahakam, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, memicu kemarahan warga. Mereka mengecam keras tindakan pelaku dan menuntut hukuman seberat-beratnya.

Camat Segah, Noor Alam, mengungkapkan bahwa masyarakat setempat berharap pelaku mendapat hukuman maksimal, bahkan hukuman mati.

“Harapannya bisa dihukum seumur hidup atau hukuman mati. Karena yang dilakukan itu sangat biadab. Hewan saja tidak sekejam itu,” tegasnya, Senin (11/8/2025).

Noor Alam mengatakan dirinya langsung mendatangi lokasi kejadian begitu mendapat kabar, bahkan turut mengiringi mobil yang membawa para korban ke RSUD Abdul Rivai. Namun, nyawa seluruh korban tidak tertolong.

“Semua korban sudah meninggal dunia saat perjalanan menuju puskesmas maupun rumah sakit,” bebernya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan, mengatakan pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan kejiwaan di poli jiwa RSUD Abdul Rivai untuk mengetahui kondisi mentalnya.

Menurut informasi sementara, motif pembunuhan diduga dipicu perselisihan rumah tangga yang berkepanjangan. Namun, polisi masih mendalami kemungkinan motif lain. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada pagi hari.

“Istri korban ditemukan di depan kamar mandi, sementara kedua anaknya berada di dalam kamar. Diduga eksekusi dilakukan saat anak-anak masih tidur,” jelasnya.

Polisi mengamankan sebilah pisau badik sebagai barang bukti. Untuk sementara, pelaku dijerat pasal penganiayaan dan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Ancaman hukuman bisa berubah jima hasil pemeriksaan lanjutan telah selesai,” pungkasnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER