Tak Cukup Soal Gizi, Dinkes Berau Sebut Lingkungan Sehat Jadi Kunci Tekan Stunting

BERAU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau menggandeng berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat penanganan stunting melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Langkah ini ditempuh karena perbaikan lingkungan dinilai menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan generasi yang sehat.

Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, mengatakan penanganan stunting memerlukan pendekatan yang lebih luas. Selain intervensi spesifik melalui layanan kesehatan dan pemenuhan gizi, terdapat intervensi sensitif yang justru memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan kasus stunting.

“Intervensi dari sektor non-kesehatan berkontribusi hingga 70 persen dalam keberhasilan pencegahan stunting,” ujarnya.

Lamlay menyebut, salah satu bentuk intervensi sensitif tersebut adalah penyediaan sanitasi yang layak serta pengelolaan sampah rumah tangga yang baik.

“Lingkungan bersih sangat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan anak dan bisa menekan risiko penyakit,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kampung dan kelurahan, hingga organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat.

Selain itu, ia menilai Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) memiliki peran strategis sebagai ujung tombak perubahan perilaku masyarakat.

“TP PKK memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat, memberikan edukasi, serta mendorong penerapan pengelolaan lingkungan yang sehat di tingkat keluarga,” pungkasnya. (Srn)

BERITA POPULER