TARAKAN – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 7 Tarakan resmi dimulai pada Senin (29/6/2026). Tahun ini sekolah membuka kuota sebanyak 287 siswa yang akan diterima melalui empat jalur, yakni afirmasi, prestasi, mutasi, dan domisili.
Pada hari pertama, pendaftaran dibuka untuk jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi. Sementara jalur domisili baru akan dimulai pada 1 Juli mendatang. Secara keseluruhan, pelaksanaan SPMB berlangsung hingga 3 Juli 2026.
Kepala SMP Negeri (SMPN) 7 Tarakan, Budi Setyaning, mengatakan sekolah semula menyiapkan kuota 288 siswa untuk sembilan rombongan belajar (rombel). Namun, karena ada satu siswa yang tidak naik kelas, kuota penerimaan tahun ini menjadi 287 siswa. “Kuota kami tahun ini 287 siswa. Pembagiannya sesuai ketentuan, yaitu afirmasi 20 persen, prestasi 25 persen, mutasi 5 persen, dan domisili 50 persen,” ujarnya.
Dari total kuota tersebut, jalur afirmasi mendapat alokasi 57 siswa, jalur prestasi 72 siswa, jalur mutasi 14 siswa, dan jalur domisili 144 siswa.
Budi menjelaskan, persyaratan pendaftaran pada dasarnya masih sama seperti tahun sebelumnya. Lulusan tahun 2026 cukup menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL), sedangkan lulusan tahun sebelumnya wajib menunjukkan ijazah asli. Selain itu, calon murid juga diminta melampirkan akta kelahiran, kartu keluarga, serta KTP orang tua.
Untuk jalur afirmasi, pendaftar wajib menyertakan bukti kepesertaan program bantuan pemerintah, seperti KKS, PKH, atau PIP. Sementara jalur mutasi harus dilengkapi surat perpindahan tugas orang tua. “Kalau jalur prestasi, bisa menggunakan sertifikat akademik maupun nonakademik, termasuk hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA),” katanya.
Menurut Budi, penggunaan hasil TKA menjadi salah satu hal baru dalam SPMB tahun ini. Namun, tidak semua hasil TKA dapat digunakan sebagai syarat jalur prestasi. “Hanya nilai dengan kategori baik atau baik istimewa yang bisa diakomodasi. Baik nilai literasi maupun numerasi harus sama-sama minimal kategori baik,” jelasnya.
Hingga hari pertama pendaftaran, sekolah mencatat sudah menerima lima pendaftar melalui jalur prestasi dan 32 pendaftar jalur afirmasi. Sementara jalur mutasi belum ada pendaftar.
Budi mengaku sejauh ini proses pendaftaran berjalan lancar. Kendala yang kerap ditemui lebih banyak terkait data kartu keluarga yang belum diperbarui, sehingga tidak sesuai dengan ketentuan domisili. “Kami terus memberikan pemahaman kepada orang tua. Semua proses harus mengikuti petunjuk teknis yang sudah ditetapkan pemerintah,” tuturnya.
Untuk menjamin transparansi, sekolah membentuk tim yang menangani seluruh tahapan pendaftaran, mulai dari layanan informasi, verifikasi berkas, input data hingga pengaduan. Sekolah juga menyiapkan video simulasi agar masyarakat memahami alur pendaftaran.
Ia pun mengimbau orang tua mempercayakan seluruh proses kepada panitia dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar. “Kami sudah berkomitmen bersama agar SPMB tahun ini berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku,” pungkasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

