Sampah Tak Lagi Jadi Beban, Berau Siapkan Jalan Menuju Energi dan Ekonomi Hijau

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai mengubah paradigma dalam menangani persoalan sampah.

Jika selama ini limbah rumah tangga identik dengan masalah kebersihan lingkungan, kini sampah diproyeksikan menjadi salah satu sumber energi terbarukan sekaligus penggerak ekonomi hijau yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Berau mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan dan sumber daya alam.

Pemkab Berau menilai diversifikasi ekonomi perlu segera dilakukan agar daerah memiliki fondasi yang lebih kuat menghadapi perubahan ekonomi di masa mendatang.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengatakan konsep ekonomi hijau telah menjadi arah pembangunan daerah. Selain mengoptimalkan potensi sumber daya alam, Berau juga terus memperkuat sektor pariwisata yang dinilai memiliki prospek besar sebagai penopang ekonomi daerah.

Namun, menurutnya, keberhasilan sektor wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam yang dimiliki Berau. Kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang baik menjadi faktor penting dalam menciptakan destinasi wisata yang berkualitas.

“Ke depan kita harus menyiapkan fondasi ekonomi yang lebih beragam agar lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya, Senin (29/6/2026).

WhatsApp Image 2026 06 29 at 20.18.14

Sri menjelaskan, penerapan prinsip Sapta Pesona, khususnya menciptakan lingkungan yang bersih, menjadi salah satu syarat agar pariwisata Berau mampu bersaing dengan daerah lain. Karena itu, persoalan sampah harus ditangani secara serius melalui kolaborasi seluruh pihak.

Ia mengakui, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang membatasi ruang fiskal daerah. Oleh sebab itu, keterlibatan dunia usaha dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan.

Dirinya pun mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Berau mengoptimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu pengembangan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.

“Kami tidak meminta lebih. Kami hanya meminta perusahaan menjalankan kewajibannya untuk ikut berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat nyata,” katanya.

Di sisi lain, Sri juga mengingatkan bahwa perubahan tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat. Ia mengajak warga mengubah cara pandang terhadap sampah, dari sesuatu yang harus dibuang menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, seiring meningkatnya jumlah penduduk dan pertumbuhan sektor pariwisata, volume sampah di Kabupaten Berau juga akan terus bertambah. Kondisi tersebut harus diantisipasi melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Kalau masyarakat tidak mau bekerja sama dan perusahaan tidak ikut berkontribusi, maka semua ini hanya akan menjadi mimpi. Padahal sesuatu yang selama ini dianggap musuh ternyata bisa dikelola secara modern,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan teknologi pengolahan yang tepat, sampah dapat dipilah sesuai karakteristiknya sehingga menghasilkan nilai tambah. Bahkan, sebagian jenis sampah berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembangkit energi listrik yang dapat mendukung kebutuhan energi di masa depan.

Sementara itu, Direktur PT Bumi Sanggam Indonesia, Nasrul, menyatakan pihaknya siap mendukung pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu di Kabupaten Berau.

Menurutnya, cita-cita meraih penghargaan Adipura tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan kebersihan, tetapi harus ditopang sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi mulai dari proses pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan akhir.

“Kami selalu menyuarakan Adipura, tetapi tanpa pengelolaan sampah yang terpadu, itu akan sia-sia,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, PT Bumi Sanggam Indonesia telah menghibahkan lahan seluas dua hektare yang akan digunakan untuk pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).

“Fasilitas itu diharapkan menjadi pusat pengolahan sampah modern yang mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi maupun sumber energi,” pungkasnya. (*)

BERITA POPULER