Respons Positif Pelonggaran TKD, Pemkab Berau Siap Optimalkan Ruang Fiskal untuk Percepat Pembangunan

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang memberikan fleksibilitas lebih besar kepada pemerintah daerah melalui pelonggaran Transfer ke Daerah (TKD). Kebijakan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah sehingga pembangunan dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan kebijakan tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang selama ini dijalankan pemerintah daerah. Menurutnya, tambahan ruang fiskal harus dimanfaatkan secara optimal melalui perencanaan yang matang, pengelolaan anggaran yang akuntabel, serta pelaksanaan program yang tepat sasaran.

Ia menegaskan, setiap kebijakan dari pemerintah pusat harus direspons secara cepat agar peluang yang diberikan dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Setiap kebijakan pemerintah pusat tentu harus kita respons secara cepat dan tepat. Ruang fiskal yang semakin baik harus menjadi peluang untuk mempercepat pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Gamalis menjelaskan, penguatan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) nantinya akan difokuskan untuk mendukung berbagai sektor prioritas. Mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, berbagai program tersebut menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Ia menilai tantangan pemerintah daerah saat ini bukan lagi semata-mata bagaimana memperoleh anggaran yang besar, melainkan memastikan setiap alokasi anggaran mampu menghasilkan manfaat nyata melalui program yang berkualitas dan tepat sasaran.

Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta menyusun program berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, sekaligus selaras dengan arah pembangunan nasional agar pelaksanaannya lebih efektif.

“Yang terpenting bukan hanya besarnya anggaran, tetapi bagaimana anggaran itu mampu menghasilkan manfaat bagi masyarakat melalui program-program yang berkualitas dan tepat sasaran,” katanya.

BACA JUGA :  Bupati Berau Soroti Jalan Rusak Menuju Bidukbiduk, Minta Dukungan Provinsi

Sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertambangan, perkebunan, perikanan, hingga pariwisata, Berau dinilai memiliki peluang besar memanfaatkan peningkatan ruang fiskal tersebut sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah daerah berharap pengelolaan fiskal yang semakin baik mampu memperkuat iklim investasi, menciptakan lapangan pekerjaan baru, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan berbagai sektor unggulan.

Selain itu, Gamalis juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan pemerintah kabupaten agar setiap program strategis nasional dapat diimplementasikan secara maksimal di Berau.

Menurutnya, kolaborasi lintas pemerintahan menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan, terutama untuk mendukung program-program prioritas seperti ketahanan pangan, pengembangan sektor pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi pelayanan publik, hingga pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Seluruh program nasional yang memberikan dampak positif akan kami dukung. Namun implementasinya akan disesuaikan dengan karakteristik Kabupaten Berau agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata, baik oleh masyarakat di wilayah perkotaan, pesisir, maupun pedalaman,” tegasnya.

Dengan adanya kebijakan pelonggaran TKD tersebut, Pemkab Berau optimistis ruang gerak pembangunan daerah akan semakin luas. Pemerintah berharap kebijakan fiskal yang lebih fleksibel mampu menjadi instrumen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing daerah, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Bumi Batiwakkal.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah APBD menjadi investasi pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Itulah komitmen kami dalam mewujudkan Berau yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tutupnya. (SRN)

BERITA POPULER