BERAU – Pendidikan diyakini sebagai kunci kemajuan suatu bangsa. Semangat itu pula yang dipegang teguh oleh Fauzi Ernaldiwan, putra asal Berau, Kalimantan Timur, yang sukses meraih gelar Doktor (S3) dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar di usia muda, 30 tahun.
Perjalanan akademik Fauzi menjadi bukti nyata bahwa tekad kuat, kejujuran, dan tanggung jawab dapat membawa seseorang pada pencapaian luar biasa. Ia kini tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) termuda di Pemprov Kalimantan Utara yang menyandang gelar doktor.
Dalam wawancaranya pada Kamis (9/10/2025), Fauzi menceritakan perjalanan pendidikannya yang tak lepas dari dukungan penuh kedua orang tua dan istrinya. Nilai tanggung jawab dari sang ayah dan kejujuran dari sang ibu menjadi prinsip hidup yang terus ia pegang. Adapun sang Istri yang selalu ada di titik terendah dan selalu bersabar melewati ujian hidup menjadi penyemangat besar dalam hidup.
“Ayah selalu menekankan pentingnya tanggung jawab, apalagi sebagai laki-laki dan kepala keluarga. Sementara ibu selalu menanamkan kejujuran sebagai modal utama dalam menjalani hidup. Dari kejujuran akan lahir hasil yang baik. Dukungan dan Semangat juang dari Istri pun tak luput menjadi motivasi besar dalam menghadapi tantangan yang ada ,” ujar Fauzi.
Sebelum menempuh studi S3 di Unhas, Fauzi menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Ia merampungkan studi S1 hanya dalam 3 tahun 4 bulan (2013–2017).
Kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang magister datang ketika Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bekerja sama dengan Unmul membuka beasiswa S2. Fauzi pun mengikuti seleksi dan berhasil meraih peringkat ke-2 dari 25 peserta penerima beasiswa.
Ia menempuh studi magister di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Program Magister Administrasi Negara (kini Magister Administrasi Publik) selama empat tahun. Waktu studi yang cukup panjang ini, kata Fauzi, disebabkan karena ia juga mulai bekerja sebagai ASN di Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara).
“S2 saya cukup lama, sekitar empat tahun, karena harus menyesuaikan dengan pekerjaan di Pemerintah Provinsi Kaltara. Tapi saya tetap berusaha untuk menyelesaikannya sebaik mungkin,” jelasnya.
Semangat Fauzi tak berhenti sampai di situ. Berbekal pengalaman dan tekad kuat, ia kembali mendapatkan beasiswa Kemenpora untuk melanjutkan pendidikan S3 di Unhas Makassar. Dari 11 orang yang terpilih, Fauzi menjadi salah satunya.
Meski harus membagi waktu antara pekerjaan dan kuliah, ia mampu menyelesaikan studi doktoralnya hanya dalam 3 tahun 1 bulan. Pencapaian ini menjadikannya salah satu ASN termuda bergelar Doktor di Kalimantan Utara.
Fauzi berharap kisah perjuangannya bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Kalimantan, khususnya anak-anak daerah yang mungkin masih ragu mengejar impian mereka.
“Saya ingin ini bukan dianggap kesombongan, tapi motivasi. Banyak anak muda Kaltara yang punya potensi, hanya saja masih takut atau tidak percaya diri. Padahal keterbatasan bisa dihancurkan dengan keberanian,” pesannya.
Ia menegaskan, bahwa keberhasilan bukan milik mereka yang beruntung, tetapi bagi siapa pun yang mau berjuang dengan sungguh-sungguh. “Ketakutan bisa dihadapi, keterbatasan bisa dilewati. Yang penting ada keberanian dan tekad untuk terus belajar,” tutupnya. (ril/dez)
Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

