BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan kebersihan lingkungan perkotaan tidak lagi bisa bertumpu pada pemerintah semata. Sinergi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penentu agar persoalan sampah dapat ditangani secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui penyerahan bantuan unit mobil pengangkut sampah kepada 10 kelurahan di wilayah perkotaan. Bantuan armada ini diharapkan menjadi momentum perubahan pola pikir warga dalam mengelola limbah rumah tangga, mulai dari memilah hingga membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Dengan bertambahnya armada di sejumlah kelurahan, mulai dari Kelurahan Bugis hingga Karang Ambun, pemerintah menilai fasilitas ini hanya akan berfungsi optimal jika dibarengi dengan kesadaran kolektif masyarakat. Tanpa perubahan perilaku, penambahan kendaraan pengangkut sampah diyakini tidak akan menyelesaikan persoalan yang terus berulang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Mustakim Suharjana, menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, keterlibatan aktif rukun tetangga (RT) dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengedukasi warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, termasuk di tepi jalan dan saluran drainase.
“Kehadiran mobil sampah ini hanya sarana pendukung. Jantung dari kebersihan lingkungan tetap ada pada kesadaran setiap individu,” ujar Mustakim, Senin (5/1).
Ia menjelaskan, pengadaan armada pengangkut sampah tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2025 dan merupakan program langsung dari Bupati Berau. Setelah diserahkan, pengelolaan armada sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak kelurahan dan kecamatan, termasuk biaya operasional serta pengaturan jadwal pengangkutan di masing-masing wilayah.
Selain penguatan armada, Pemkab Berau juga terus mendorong edukasi berkelanjutan kepada masyarakat untuk meminimalisir produksi sampah sejak dari rumah. Langkah ini sejalan dengan upaya menjadikan Tanjung Redeb sebagai wajah pariwisata daerah yang bersih, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.
“Konsepnya Tanjung Redeb menjadi etalase pariwisata Berau. Kalau di Tanjung Redeb bersih, diharapkan wisatawan bisa tinggal lebih lama saat berkunjung,” jelasnya.
Upaya kolektif ini turut diperkuat dengan pengembangan Bank Sampah di tingkat kelurahan. Melalui skema tersebut, masyarakat tidak hanya diajak peduli terhadap lingkungan, tetapi juga diberikan kesempatan memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan dan dipilah secara mandiri.
Pemerintah daerah juga telah menjalin kerja sama dengan pihak swasta untuk mendukung pengolahan limbah bernilai ekonomis. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT BSI yang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bupati Berau terkait pembelian sampah yang berhasil dikumpulkan masyarakat.
“Kami bekerja sama dengan PT BSI yang siap membeli sampah-sampah terkumpul sebagai solusi pengolahan limbah bernilai ekonomi,” tutupnya. (Ril)

