Pemkab Berau Salurkan Bantuan Sembako ke 11 Kampung Rentan Ekonomi

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pangan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu di 11 kampung, pada awal Agustus 2025 ini.

Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya perlindungan sosial sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat di kampung-kampung yang tergolong rentan secara ekonomi dan memiliki akses terbatas terhadap kebutuhan dasar.

“Bantuan ini ditujukan untuk kampung-kampung dengan akses terbatas terhadap kebutuhan dasar dan tingkat kesejahteraan yang masih rendah,” ungkap Rakhmadi, Selasa (5/8).

Ia menambahkan bahwa intervensi ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan, terutama terkait akses terhadap pangan.

“Penyaluran sembako ini adalah bentuk perhatian kami. Kami ingin memastikan keluarga kurang mampu tetap memiliki akses terhadap pangan yang cukup,” jelasnya.

Sebanyak 11 kampung dipilih sebagai penerima bantuan berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan Dinas Pangan bersama pemerintah kampung dan instansi terkait. Kampung-kampung tersebut, yakni, Tanjung Batu, Tasuk, Siduung Indah, Punan Malinau, Punan Mahakam, Punan Segah, Merabu, Biatan Ulu, Tanjung Perepat, Pantai Harapan, dan Teluk Sumbang.

BACA JUGA :  Disbudpar Berau Dorong Kolaborasi OPD dan Swasta untuk Majukan Event Daerah

Setiap keluarga yang terdata sebagai penerima memperoleh satu paket sembako, yang berisi 10 kilogram beras, 2 kilogram gula pasir, 2 liter minyak goreng, serta satu piring telur.

“Bantuan ini kami rancang untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami berharap bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya, dan digunakan sesuai kebutuhan,” tuturnya.

Program bantuan sembako ini tidak bersifat satu kali. Dinas Pangan menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan pemutakhiran data, serta menjajaki peluang perluasan jangkauan bantuan ke wilayah lain yang dinilai memerlukan intervensi serupa.

“Program ini akan terus berlanjut. Kami tidak ingin berhenti di satu tahap saja, karena kondisi masyarakat bisa berubah. Data terus kami evaluasi agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Untuk memastikan keberhasilan program, Dinas Pangan juga akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kampung dan lembaga terkait, termasuk dalam proses distribusi, pemantauan, dan pelaporan.

“Ini bentuk komitmen pemerintah daerah untuk hadir bersama rakyat. Tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tapi memastikan bantuan itu berdampak positif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER