Pemkab Berau Prioritaskan 9 Proyek Strategis Infrastruktur di Tahun 2025

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menetapkan sembilan proyek strategis sebagai prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur tahun 2025.

Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan, menyampaikan bahwa proyek-proyek tersebut tersebar di sejumlah kecamatan dan sebagian besar telah memasuki tahap pelaksanaan. Proyek yang dimaksud meliputi sektor jalan, jaringan perpipaan air minum, serta pembangunan turap atau penahan tebing.

“Sembilan proyek strategis yang akan kami tangani meliputi sektor jalan, jaringan perpipaan air minum, serta pembangunan turap,” ujarnya.

Beberapa proyek merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dimulai pada tahun-tahun sebelumnya. Di antaranya adalah proyek perluasan jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Labanan, Kecamatan Teluk Bayur, serta lanjutan SPAM di Singkuang, Kecamatan Tanjung Redeb.

Untuk sektor jalan, Fendra menyebutkan sejumlah proyek besar yang menjadi fokus DPUPR. Salah satunya adalah lanjutan pembangunan Jalan Teluk Sumbang menuju Sinondok-Landas di Kecamatan Bidukbiduk dan pembangunan Jalan Pelabuhan Mantaritip yang saat ini sudah hampir selesai. Selain itu, Jalan Poros Harapan Jaya ke Tepian Buah di Kecamatan Segah juga sedang dalam proses pengerjaan.

“Pembangunan turap di Kecamatan Gunung Tabur dan Sambaliung juga menjadi prioritas, mengingat pentingnya mencegah abrasi serta memperkuat struktur tebing sungai di wilayah padat penduduk,” tambahnya.

Proyek strategis lainnya yang turut dikerjakan adalah lanjutan pembangunan Jalan Kampung Teluk Sulaiman menuju Kampung Teluk Sumbang.

Secara keseluruhan, terdapat sembilan proyek yang masuk dalam daftar program strategis pembangunan tahun 2025. Beberapa proyek sudah melewati tahap lelang dini, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan.

Fendra juga mengungkapkan bahwa sebagian proyek, khususnya di sektor jalan, mengalami efisiensi anggaran dengan nilai sekitar Rp 1 miliar. Meski begitu, ia memastikan bahwa efisiensi tersebut tidak memengaruhi kualitas maupun struktur bangunan.

“Yang perlu digarisbawahi, pemotongan anggaran tidak berpengaruh terhadap struktur bangunan yang ada,” tandasnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER