KPU Berau Siap Kooperatif Terkait Kasus Pelecehan Seksual oleh Anggota KPU

BERAU – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau, Budi Harianto, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memberikan keterangan terkait kasus pelecehan seksual yang melibatkan salah satu oknum anggota KPU berinisial ARD.

Ia menegaskan bahwa KPU Berau akan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan siap berkooperasi dengan Polsek Tanjung Redeb.

“Saya juga tahu kasus ini sebenarnya dari media. Saya tidak tahu seperti apa kronologinya dan saya coba telusuri. Apabila Polsek Tanjung Redeb memerlukan keterangan lebih lanjut, saya akan mendukung proses hukum yang ada,” ujarnya.

Terkait status ARD, Budi menjelaskan bahwa saat ini yang bersangkutan masih berstatus sebagai tersangka. Apabila nantinya ada putusan hukum yang berkekuatan tetap, pihaknya akan segera melaporkan hal tersebut kepada KPU Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk ditindaklanjuti.

Ia juga menyampaikan bahwa keputusan terkait status ARD akan sepenuhnya menjadi wewenang KPU Kaltim yang memiliki pengawasan internal terkait kode etik penyelenggara pemilu.

“Jika status ARD sudah berada pada tahap penyidikan, ia harus dinonaktifkan sementara hingga ada keputusan hukum tetap,” katanya.

Lebih lanjut, Budi menekankan bahwa pelanggaran yang dilakukan ARD bersifat pribadi dan tidak terkait dengan instansi KPU, sehingga keputusan terkait langkah selanjutnya berada di tangan KPU Kaltim dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Diberitakan sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Redeb, Aiptu Doni Witono, mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera memanggil KPU Berau untuk memberikan klarifikasi terkait keterlibatan ARD dan pelapor yang sebelumnya bekerja di KPU Berau.

“Kami sudah memegang Surat Keputusan (SK) yang menunjukkan bahwa keduanya pernah bekerja di KPU Berau,” ucapnya.

Meski pelapor telah meninggalkan KPU Berau untuk menghindari tersangka, ARD diduga tetap melakukan intimidasi melalui nomor telepon lain dan ancaman akan menyebarkan foto-foto pribadi. Polsek Tanjung Redeb akan terus mendalami kasus ini dan mencari tahu lokasi-lokasi pertemuan yang diduga menjadi tempat interaksi antara keduanya.

“Penyidikan kasus ini terus berkembang, dan kami masih berlanjut dalam proses penyelidikan,” pungkasnya. (srn/dez)

Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

BERITA POPULER