spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Harap Tenaga Kerja Lokal Terserap, Feri Kombong Sebut Upaya Entaskan Kemiskinan

TANJUNG REDEB – Tenaga kerja lokal di Berau belum diserap maksimal oleh perusahaan. Ketua Komisi I DPRD Berau, Feri Kombong mendorong perusahaan yang beroperasi agar dapat memberdayakan masyarakat lokal.

Feri menilai, dengan terserapnya tenaga kerja lokal dengan baik, dapat membantu menekan angka kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, angka kemiskinan pada tahun 2020 berkisar 5,19% dan pada tahun 2022 meningkat menjadi 5,88%.

Dia menyebut, meningkatnya angka kemiskinan dalam beberapa tahun ini disebabkan akibat pandemi Covid-19. “Karena berbagai persoalan yang dihadapi, sehingga ada peningkatan masyarakat yang masuk dalam kategori tidak mampu. Nah ini menjadi kendala juga,” tuturnya, Sabtu (12/11/2022).

Politisi Gerinda itu menerangkan, salah satu upaya mengentaskan angka kemiskinan adalah dengan memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal. Dinilainya, hal itu guna menekan angka pengangguran. Feri mengaku, pihaknya selalu mendorong seluruh perusahaan agar lebih mengutamakan karyawan lokal Berau.

“Jangan sampai kita menjadi penonton di daerah ini , artinya sumber daya kita sudah dieksploitasi. Jika kita hanya menjadi penonton alangkah kasihannya daerah ini,” ucapnya.

Ketua Komisi I DPRD Berau itu menyebut, persoalan tenaga kerja lokal tentunya menjadi tanggung jawab bersama, sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dapat mendesak perusahaan yang ada di Berau untuk lebih memberdayakan tenaga-tenaga lokal serta menciptakan lapangan pekerjaan.

“Saya kira itu penting karena kita memiliki kekayaan alam dengan potensi yang luar biasa,” jelasnya.

Selain itu, dalam pengentasan kemiskinan, dirinya menilai perlu pemahaman masyarakat untuk ikut menyukseskan program pemerintah. Termasuk juga dalam mengatur kelahiran anak. Dia menjelaskan, jika jarak kelahiran bisa direncanakan dengan baik, maka hal tersebut dapat berpengaruh terhadap perekonomian keluarga. Jangan sampai orang tua tidak bisa membiayai, mengurus, dan merawat anaknya.

“Ketika perkembangan anak menjadi buruk maka akan terindikasi stunting. Bukan di tingkat ekonomi, yang kurang mampu saja yang mengalami stunting tetapi juga tak jarang di kategori yang mampu,” pungkasnya. (Dez/Adv)

BERITA POPULER