Disbudpar Berau Siap Kembangkan Sumber Air Panas Jadi Destinasi Wisata Baru

BERAU – Sebuah sumber air panas kembali ditemukan di Kampung Tabalar Muara, Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau. Temuan ini memicu antusiasme Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau untuk menjajaki potensi pengembangannya sebagai destinasi wisata baru.

Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, melalui Staf Bidang Pengembangan Pariwisata, Andi Nursyamsi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna memastikan keberadaan sumber air panas tersebut.

“Tabalar Muara katanya ada air panas. Kami sudah cek dan memang ada. Tapi kalau bicara pengembangan pariwisata, tidak cukup hanya karena punya potensi. Harus ada kajian lebih dulu,” ujar Andi, Rabu (7/8).

Ia menjelaskan, pengembangan destinasi wisata harus mengacu pada lima aspek utama, yaitu aksesibilitas, amenitas, atraksi, aktivitas, dan akomodasi. Kelima aspek ini menjadi indikator kelayakan sebuah tempat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

“Kalau kelima unsur itu belum terpenuhi, tentu belum bisa dikembangkan. Tapi kalau pun semuanya sudah ada, belum tentu juga langsung dikembangkan. Ada banyak faktor lain yang juga menjadi pertimbangan,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan destinasi perlu dilakukan secara bertahap, dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur, dukungan masyarakat, serta keunikan objek wisata itu sendiri.

Ia menambahkan, saat ini Disbudpar Berau tengah mempertimbangkan untuk memasukkan Tabalar Muara ke dalam program perencanaan pengembangan pariwisata melalui Anggaran Bantuan Tambahan (ABT) tahun 2025.

“Sepertinya tahun ini air panas Tabalar Muara mulai masuk perencanaan. Tapi ini belum pasti. Kami masih harus memastikan lagi seperti apa potensi yang bisa diangkat dari sana,” katanya.

Andi juga menyoroti kedekatan lokasi Tabalar Muara dengan kawasan wisata Air Panas Asin Pemapak di Biatan Bapinang yang lebih dulu dikenal. Oleh karena itu, menurutnya, perlu ada diferensiasi konsep agar daya tarik kedua destinasi tidak saling tumpang tindih.

“Kalau terlalu mirip, tentu kurang menarik. Kami akan lihat dulu, apakah bisa menawarkan konsep yang berbeda. Harus punya keunikan tersendiri,” pungkasnya. (ril/dez)

Reporter: Aril Syahrulsyah
Editor: Dezwan

BERITA POPULER