Disbudpar Berau Dorong Transparansi Pengelolaan Geosite, Konservasi Jadi Nilai Tambah Geopark

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat tata kelola kawasan geosite sebagai bagian dari pengembangan Geopark Berau. Tidak hanya mengedepankan potensi wisata, pengelolaan geosite kini juga diarahkan agar berjalan secara transparan dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan perkembangan pengelolaan geosite di Berau menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Menurutnya, sejumlah kawasan kini telah dikelola secara mandiri oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), serta pemerintah kampung.

Ia menilai, pengelolaan yang baik harus dibarengi dengan keterbukaan data. Karena itu, setiap pengelola diharapkan mampu menyajikan informasi yang akurat mengenai jumlah kunjungan wisatawan maupun pendapatan dari retribusi saat dilakukan penilaian di lapangan.

“Kami ingin pihak pengelola, baik itu Pokdarwis, BUMK, maupun pemerintah kampung, bisa menyajikan data yang transparan saat presentasi di lapangan. Mulai dari jumlah kunjungan wisatawan hingga besaran retribusi yang berhasil masuk,” ujarnya.

Yudha menjelaskan, data tersebut menjadi indikator penting untuk melihat sejauh mana sektor pariwisata mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan geosite.

Dengan demikian, pengembangan destinasi wisata tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan, tetapi juga dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Lebih lanjut, Disbudpar juga mengapresiasi langkah-langkah pelestarian lingkungan yang dilakukan pemerintah kampung. Salah satunya ditunjukkan Pemerintah Kampung Pemapak yang telah mengamankan sekitar 10 hektare lahan untuk menjaga keberlangsungan kawasan geosite.

Lahan tersebut telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kampung sebagai kawasan yang dilindungi. Kebijakan itu diambil untuk mencegah kerusakan bentang alam dan menjaga keaslian situs geologi agar tetap lestari di masa mendatang.

“Ini adalah bagian dari komitmen pelestarian kita untuk menjaga geosite tersebut di masa yang akan datang. Saya pikir hal positif seperti ini sangat perlu untuk diekspos lebih luas,” tuturnya.

Yudha berharap, langkah konservasi yang dilakukan Pemerintah Kampung Pemapak dapat menjadi contoh bagi kampung-kampung lain yang memiliki potensi geosite.

“Keseimbangan antara pengembangan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan menjadi kunci utama dalam mewujudkan Geopark Berau yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Srn)

BERITA POPULER