BERAU – Wacana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan.
Dalam beberapa waktu terakhir, berbagai organisasi kepemudaan (OKP) dan kalangan pemuda terus mempertanyakan kepastian jadwal pelaksanaan forum tertinggi organisasi tersebut.
Menanggapi berbagai desakan yang muncul, Sekretaris Umum DPD KNPI Berau, Desy Fitriansyah, menegaskan bahwa Musda tetap akan dilaksanakan.
Namun, hingga saat ini pengurus masih menyelesaikan sejumlah tahapan persiapan dan koordinasi dengan tingkat provinsi agar pelaksanaan Musda berjalan sesuai mekanisme organisasi.
Menurut Desy, tingginya antusiasme dan pertanyaan dari para pemuda justru menjadi pertanda bahwa semangat berorganisasi di kalangan generasi muda Berau masih sangat kuat.
“Kalau melihat dinamika KNPI hari ini, pertanyaan yang sering muncul dari teman-teman adalah kapan Musda dilaksanakan. Ini menunjukkan bahwa semangat kepemudaan di Kabupaten Berau masih sangat menonjol dan perhatian terhadap KNPI juga cukup besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, DPD KNPI Berau saat ini masih menjalin komunikasi intensif dengan DPD KNPI Kalimantan Timur terkait tahapan dan mekanisme pelaksanaan Musda. Koordinasi tersebut dinilai penting agar seluruh proses berjalan sesuai aturan organisasi dan menghasilkan kepengurusan yang legitimate.
Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan tanggal pelaksanaan Musda kepada publik. Meski demikian, ia berharap agenda tersebut dapat terlaksana dalam waktu yang tidak terlalu lama.
“Dari DPD KNPI Berau tentu akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak provinsi terkait pelaksanaan Musda. Harapannya dalam waktu dekat ini bisa segera dilaksanakan. Yang jelas, Berau menginginkan KNPI tetap satu dan berjalan dalam semangat kebersamaan,” tegasnya.
Desy menilai, Musda bukan sekadar agenda pemilihan ketua, tetapi juga momentum penting untuk menentukan arah gerak organisasi kepemudaan di Kabupaten Berau ke depan. Oleh sebab itu, seluruh persiapan harus dilakukan secara matang dan tidak terburu-buru.
Menurutnya, terdapat sejumlah perangkat organisasi yang harus disiapkan sebelum Musda digelar. Mulai dari pembentukan panitia pelaksana, Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), hingga penyusunan berbagai kebutuhan administrasi dan teknis lainnya.
“Persoalan Musda ini bukan bicara satu atau dua hari. Banyak perangkat yang harus dipersiapkan terlebih dahulu. Ada panitia, SC, kebutuhan administrasi, dan berbagai hal teknis lainnya. Karena itu kami membutuhkan koordinasi dengan pihak provinsi dan stakeholder terkait di Kabupaten Berau,” jelasnya.
Lebih lanjut, Desy memastikan bahwa KNPI Berau akan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pemuda yang ingin berkontribusi dan mengambil peran dalam organisasi. Setelah tahapan Musda resmi dibuka, proses pendaftaran bakal calon ketua akan dilakukan secara terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menegaskan tidak ada ruang eksklusif bagi kelompok tertentu. Setiap kader muda yang memenuhi syarat organisasi akan memiliki kesempatan yang sama untuk ikut dalam kontestasi kepemimpinan KNPI.
“Intinya, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi anak-anak muda Kabupaten Berau yang ingin berkreasi dan berkontribusi melalui KNPI. Nantinya ruang itu dibuka melalui proses pendaftaran bakal calon ketua,” katanya.
Menurut Desy, semakin banyak figur yang maju dalam Musda justru menjadi pertanda positif bagi perkembangan organisasi. Hal itu menunjukkan bahwa KNPI masih menjadi wadah yang diminati oleh para pemuda untuk menyalurkan gagasan dan kepemimpinan.
“Semakin banyak calon yang muncul, berarti KNPI semakin hidup. Itu menandakan organisasi ini masih menarik bagi generasi muda untuk berproses dan berkontribusi,” ungkapnya.
Meski belum memasuki tahapan pencalonan secara resmi, Desy mengisyaratkan bahwa para figur yang berminat memimpin KNPI Berau sudah dapat mulai membangun komunikasi dan konsolidasi dengan organisasi kepemudaan maupun pengurus kecamatan.
Ia menegaskan bahwa syarat utama bagi bakal calon tetap mengacu pada ketentuan organisasi, terutama dukungan dari OKP dan pengurus KNPI tingkat kecamatan.
“Tidak ada batasan yang berlebihan. Yang terpenting memiliki bekal dan dukungan sesuai aturan organisasi, baik dari OKP maupun pengurus kecamatan. Jadi bagi yang serius ingin maju, silakan mulai bekerja dan membangun komunikasi dari sekarang,” pungkasnya. (*)

