BERAU – Tragedi tenggelamnya dua anak di Kecamatan Maratua menjadi pengingat penting bagi masyarakat pesisir untuk lebih waspada terhadap keselamatan anak-anak saat beraktivitas di laut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau menilai, kejadian tersebut harus menjadi pelajaran bersama agar pengawasan tidak lagi diabaikan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, menjelaskan peristiwa itu bermula ketika dua anak bermain di kawasan karang pada saat air laut surut, sore hari. Namun, kondisi berubah cepat ketika air kembali pasang, membuat keduanya tak sempat menyelamatkan diri.
“Anak-anak itu bermain di karang saat air surut. Ketika hendak kembali ke darat, air sudah dalam. Untungnya aparat dan warga setempat bergerak cepat melakukan pencarian hingga malam hari, dan akhirnya keduanya ditemukan,” terangnya.
Ia menegaskan, meski masyarakat pesisir sudah terbiasa dengan aktivitas laut, pengawasan terhadap anak-anak tetap harus dilakukan dengan ketat.
“Namanya anak-anak, meskipun mereka bisa berenang, tetap butuh pengawasan. Ini jadi pengingat bagi semua orang tua agar tidak lengah,” ujarnya.
Selain pengawasan, BPBD juga mendorong adanya edukasi keselamatan di lingkungan pesisir dan sekolah, termasuk pelatihan berenang dengan pendampingan profesional.
“Kalau mau belajar renang, lakukan di tempat yang aman dan dengan pelatih bersertifikat. Jangan hanya bisa berenang seadanya tanpa memahami teknik keselamatan,” tegasnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, dengan kolaborasi semua pihak dalam meningkatkan kesadaran dan edukasi keselamatan di wilayah perairan. (srn/dez)
Reporter: Sahruddin
Editor: Dezwan

